oleh

Sopir Truk dan Pengusaha Akhirnya Sepakat Soal Kenaikan Harga Pasir

Citrust.id – Paguyuban Supir Dump Truck Kuningan akhirnya bertatap muka dengan pengusaha Galian C di DPRD Kuningan, Jumat (5/6). Audiensi yang difasilitasi DPRD Kuningan tersebut membahas tuntutan penyesuaian harga pasir. Para sopir truk merasa keberatan dengan harga ditetapkan pengusaha pasir.

Sedikitnya lima perwakilan sopir truk dan lima orang perwakilan pengusaha pasir hadir dalam pertemuan tersebut. Sementara di pihak DPRD Kuningan, hadir lengkap anggota Komisi 3 yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdi.

Audiensi yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB, itu menghasilkan kesepakatan harga yang akan diberlakukan mulai Senin, (8/6).

Ketua Paguyuban Pengusaha Pasir Galian C, Dudi Bahrudin, menjelaskan, harga pasir yang disetujui dari pertemuan tadi yaitu naik Rp50 ribu untuk truk kecil dan Rp75 ribu untuk truk besar.

“Dengan kenaikan itu, berarti satu truk besar pasir dengan kapasitas 8 kubik harganya Rp525 ribu. Sedangkan truk kecil dengan volume 4 kubik jatuhnya Rp325 ribu,” rincinya.

Harga tersebut di luar pengeluaran lain seperti ongkos operator, upah korek dan ongkos angkut yang jadi tanggung jawab sopir. Para pekerja pengorek pasir jumlahnya banyak. Mereka adalah warga sekitar lokasi tambang dan ingin tetap bisa bekerja.

Menurut Dudi, kenaikan itu wajar karena pihaknya juga perlu penambahan biaya operasional. Para sopir pun menuntut harga wajar.

“Kenaikan harga pasir merupakan konsekuensi mereka yang memaksakan beroperasi pada masa pandemi Covid-19. Padahal sebelumnya, mereka sepakat tidak beroperasi selama ada pandemi,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Supir Dump Truk, Anang menuturkan, kenaikan harga pasir saat pandemi Covid-19 membuat pihainya kesulitan menjual.

Antara pihak sopir dan pengusaha galian sempat terjadi beberapa kali pertemuan untuk membahas kenaikan harga pasir. Namun, hingga pertemuan terakhir tidak ada titik temu.

BACA JUGA:   Sintesis Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD)

“Akhirnya kami sepakat hal ini dibawa ke DPRD Kuningan untuk diadakan audiensi,” ujarnya. (Andin)

Komentar

News Feed