oleh

Rupiah Alami Penurunan Terparah Sejak Desember 2008

CIREBON (CT) – Rupiah alami penurunan nilai terparah sejak terakhir kali terjadi pada Desember 2008 atau krisis 6 tahun lalu. Hal ini diakibatkan belum stabilnya ekonomi Jepang dan permintaaan impor China terhadap barang ekspor Indonesia yang berkurang.

Bloomberg mencatat rupiah masih diposisi kisaran 12.327 – 12.357 per Dollar Amerika (USD), padahal seminggu yang lalu, nilai rupiah terus turun di posisi kisaran, 12.100. Yahoo Finance pun membuka rupiah pada hari Senin, (10/12) di posisi 12.334 per USD.

Banyak menduga bahwa kenaikan BBM dan inflasi harga barang yang merangkak naik, jadi alasan mengapa nilai rupiah terus memburuk. Mereka meminta tanggung jawab Presiden Jokowi Dodo melalui Menteri Koordinasi Perekonomian Sofyan Djalil untuk menstabilkan nilai rupiah. Namun salah satu pengamat ekonomi Cirebon, Moh. Yudi Mahadianto membantah bahwa penurunan nilai rupiah itu karena kenaikan harga BBM.

“Bukan, bukan karena BBM, rupiah anjlok karena ekspor kita berkurang dan impor kita bertambah, bukan cuma rupiah, Ringgit Malaysia dan Baht Thailand juga mengalami penurunan yang sama drastisnya,” ujar akademisi Unswagati ini kepada CT. (CT-125)

BACA JUGA:   Beredar Proposal yang Mencatut PWI Jabar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed