oleh

Ratusan Rumah Terendam Banjir Rob di Eretan Wetan Belum Tersentuh Kepedulian Pemerintah

Indramayutrust.com – Ratusan rumah warga di Desa Eretan Wetan, blok Prempu 1, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, terendam terkena banjir rob, akibat air laut yang saat ini sedang pasang dan mengalir hingga ke sungai Jajar, Selasa (07/11).

Salah satu warga sekitar, Jumadi (36) mengatakan wilayahnya sering terkena banjir rob hampir selama puluhan tahun. Akibat pembuangan air laut ke kali Jajar hingga masuk ke pemukiman warga dan adanya bendungan yang saat ini sedang dibuat di wilayah Desa Soge.

“Disini sering terkena banjir rob air laut dari kali Jajar, Eretan wetan blok prempu I ada dua RT, yaitu RT 02 dan RT 04, ratusan rumah warga kena dampaknya,” katanya.

Senada, hal tersebut juga dikatakan Carma (41) warga setempat, puluhan rumah warga di blok Pulo Kuntul prempu 1 justru lebih parah dari wilayah lain, ketika terkena banjir rob, bahkan hingga masuk sampai ke rumah warga.

“Kalau kena banjir rob sampai setengah meter bahkan semeter lebih, ya setinggi paha dewasa, bahkan sampai masuk kedalam rumah, rob seperti ini disini sering terjadi,” ungkapnya

Selain itu, buruknya infrastruktur jalan dan tidak adanya selokan saluran pembuangan air serta tidak adanya tempat pembuangan sampah, menjadi faktor bertambah parahnya kondisi di wilayah tersebut saat terkena banjir rob.

“Jalan rusak, banyak sampah, tidak ada selokan pembuangan air, ya di blok prempu Pulo ini yang paling parah, apalagi sampai kena banjir rob, masyarakat disini kadang swadaya untuk membangun jalan,” terangnya.

Dikatakannya, hingga kini belum ada solusi dan penanganan dari pihak pemerintah desa maupun pemerintah daerah dalam menangani masalah banjir rob di wilayah tersebut, juga masalah rusaknya infrastruktur jalan dan sampah.

BACA JUGA:   Timnas Basket Putri U-17 Training Camp di GMC Arena Cirebon

“Kami sebagai masyarakat berharap, adanya perbaikan jalan, dibuat tempat pembuangan sampah serta agar tidak ada banjir rob lagi disini, apalagi hal ini dibiarkan hingga puluhan tahun lamanya,” pungkasnya. (Didi)

Komentar

News Feed