oleh

Ratusan Hektare Sawah di Kecamatan Suranenggala Terancam Gagal Panen

Cirebontrust.com – Ratusan hektare sawah di Kecamatan Suranenggala dan Kapetakan Kabupaten Cirebon terancam gagal panen.

Hal tersebut disebabkan karena areal persawahan dan irigasi mengering, sehingga ratusan tanaman padi banyak yang mati dan terserang hama.

Merespons kondisi tersebut, Kuwu Desa Suranenggala Kidul, H. Cholid melakukan pengecekan irigasi guna memastikan aliran air tak tersumbat dan bisa mengalir ke persawahan warga.

“Jujur ini untuk kepentingan masyarakat, khususnya para petani yang ada di Kecamatan Suranenggala. Maka dari itu kami bersama para kuwu se-Kecamatan Suranenggala, Camat Suranenggala dan UPT Pertanian Kecamatan Suranenggala hari ini melakukan pengecekan mulai Arjawinangun hingga ke Bendung Rentang,” ujarnya, Kamis (09/02).

Setelah melakukan pengecekan, lanjut H. Cholid, banyak ditemukan pintu air yang tidak sesuai aturan. “Ini jelas merugikan para petani yang ada di wilayah timur,” ujar H. Cholid.

Dirinya menambahkan, dengan tidak adanya air mengalir ke persawahan warga, sawah seluas ratusan hektare di wilayah Kecamatan Suranenggala terancam gagal panen.

“Ini jelas sangat merugikan para petani, khususnya petani di wilayah timur. Kasihan para petani, biasanya panen dua kali kini gak tahu gimana,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan Cirebontrust.com, salah satu faktor terhambatnya aliran air disebabkan adanya aktivitas pembangunan pintu air dari mulai Gintung hingga Bendung Rentang. Sehingga air yang setiap tahunnya mengalir dari Bendung Walahar ke sungai Gintung, kini terhambat. Sedikitnya ada sembilan titik pintu air yang tengah di bangun oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC). (Kir Raharjo)

BACA JUGA:   Kejari Kawal Recofusing Anggaran Covid-19 Majalengka

Komentar

News Feed