oleh

Rapel dan 350 Indonesia Bersama Masyarakat Lakukan Aksi Tolak Pembangunan PLTU

CIREBON (CT) – Rakyat Penyelamat Lingkungan (Rapel), dan 350 Indonesia bersama masyarakat Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, yang terdiri dari ibu-ibu beserta anak-anak, melakukan aksi penolakan terhadap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 dan menutup PLTU 1, Senin (09/05).

Pasalnya, menurut mereka, semenjak PLTU 1 beroperasi yang memang paling terdampak dan merasakan dampak negatifnya, baik dari ekonomi dan kesehatan adalah ibu-ibu rumah tangga dan anak-anak.

“Kami menolak pembangunan PLTU 2 dan tutup PLTU 1. Kami sangat kesusahan untuk mencari makan. Biasanya, sebelum ada PLTU untuk mendadak nyari makan bisa mencari ikan dan kerang-kerangan di laut Kanci. Selain itu, banyak ibu-ibu dan anak-anak yang masuk rumah sakit karena penyakit berat, seperti paru-paru basah, hingga tidak sedikit juga yang meninggal dunia,” tegas Jubaedah (35), ibu rumah tangga Desa Kanci Kulon.

Sementara, Direktur Eksekutif Rapel, Moh Aan Anwaruddin mengatakan, pihaknya dengan 350 Indonesia akan tetap berkomitmen, untuk mendampingi masyarakat yang terdampak PLTU, dan batu bara.

“Kami bersama masyarakat akan terus menolak pembangunan PLTU batu bara. Dan akan tetap melawan,” ujarnya.

Aksi yang dilakukan ibu-ibu dan anak-anak tersebut, dilakukan di lokasi sawah desa setempat, dengan membentangkan spanduk-spanduk bertuliaskan penolakan. Hal itu, sebagai simbol, bahwa masyarakat tidak butuh PLTU, yang mereka butuhkan adalah sawah yang subur dan udara yang bersih, untuk masa depan anak cucu. (Riky Sonia)

BACA JUGA:   Warga Sambut Antusias Dilanjutkannya Pembangunan Stadion Watubelah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed