oleh

Puluhan Rumah di Pesisir Desa Dadap Rusak Terkena Abrasi

INDRAMAYU (CT) – Puluhan rumah warga pesisir di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu terancam ambruk terkena abrasi. Kondisi tersebut akibat tanggul penahan ombak (Break water) rusak, serta tidak adanya upaya dari pemerintah pusat maupun daerah untuk membangun tanggul penahan ombak yang baru, maupun merenovasi tanggul tersebut.

Salah satu warga sekitar, Khaerun (35), mengeluhkan kondisi tanggul yang terdiri dari batu maupun dari pasir dan semen yang sudah berbentuk kotak dan bulat. Namun, kondisi tanggul tersebut sudah rusak bahkan ada yang hilang tenggelam di laut.

“Ketika air laut pasang, ombak akan menghantam rumah warga, karena tanggul tidak bisa untuk menahan air laut,” terangnya, Senin (01/08).

Dikatakannya, sepanjang pantai di Desa Dadap tidak semuanya terdapat tanggul penahan ombak, sehingga banyak lahan yang yang habis karena terkena abrasi pantai. Padahal tanggul penahan ombak tersebut sangat berarti bagi masyarakat pesisir.

“Rumah warga yang terkena abrasi cukup banyak, bahkan ada dari beberapa bangunan tersebut merupakan bangunan Pendidikan Usia Dini (Paud) ‘Nurul bahri’ dan Musala, keberadaan tangguul tersebut bukan hanya untuk kepentingan melindungi rumah masyarakat semata, melainkan juga melindungi masyarakat dan lingkunganya,” paparnya.

Hal senada juga dikatakan oleh masyarakat Desa Dadap lainnya, Taslim (27), selama ini masyarakat sudah memenuhi kewajibannya terhadap pemerintah daerah maupun pusat dengan membayar pajak dan lain sebagainya, namun hak masyarakat sekitar tidak dipenuhi oleh pemerintah.

“Kami meminta pemerintah untuk segera membangun tanggul penahan ombak serta merenovasi tanggul yang kondisinya sudah rusak, jika hal tersebut diabaikan maka akan semakin banyak rumah warga yang terkena abrasi,” pungkasnya. (Didi)

BACA JUGA:   UGJ Adakan Konferensi Internasional ASSETH 2019

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed