oleh

Program Simfoni Bantu Validasi Data Kasus Kekerasan PA

Citrust.id – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cirebon menyambut baik adanya program Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni).

Program tersebut merupakan tindak lanjut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PP dan PA) RI dalam upaya menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Ketua P2TP2A, Enny Suhaeni mengatakan, selama ini data kekerasan yang dicatat instansi-instansi yang menangani kasus kekerasan perempuan dan anak seperti P2TP2A, Dinkes, DPPKBP3A, LSM dan lainnya kerapkali tidak sinkron atau berbeda.

“Misal, ada korban yang datang ke Puskesmas. Dari puskesmas biasanya tidak langsung dilaporkan ke instansi lain. Sehingga data yang dicatat masing-masing instansi berbeda,” terangnya, Selasa (26/2/2019).

Dijelaskan Enny, tujuan utama diberlakukannya program Simfoni adalah untuk mendapatan satu data yang tervalidasi.

Diakui wanita yang sekaligus Kadinkes Kabupaten Cirebon, P2TP2A sangat terbantu dengan adanya program Simfoni. Dijelaskan Enny, dengan hanya membuka aplikasi, kasus-kasus kekerasan bisa tersortir secara menyeluruh.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya sudah melatih user-user di puskesmas dalam pengoprasian aplikasi. Sejauh ini sudah ada sembilan puskesmas yang mendapat pelatihan, di antaranya Puskesmas Beber, Watubelah, Sumber, Astanajapura, Ciledug, Plumbon, Klagenan, dan Puskesmas Palimanan.

“Jadi setiap puskesmas tidak perlu lagi datang ke P2TP2A untuk melaporkan tindak kekerasan. Cukup melalui aplikasi Simfoni mereka bisa langsung mengupload data dari di puskesmasnya masing-masing,” tandas dia. (Dhika)

BACA JUGA:   Dampak #dirumahaja, Konsumsi LPG Naik

Komentar

News Feed