oleh

Program JKN-KIS Bantu Pasien Hemodialisa Memperoleh Layanan Kesehatan

Citrust.id – Tidak pernah terbayangkan dalam benak Asep Junandar, 38 tahun, warga Dukupuntang, Kabupaten Cirebon ketika mengalami masalah pada ginjalnya. Asep lalu didiagnosa dokter menderita sakit gagal ginjal. Akibatnya, ia harus melakukan cuci darah (hemodialisa) seminggu dua kali.

Asep Junandar yang berprofesi pekerja wiraswasta merupakan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Ia telah terdaftar jadi peserta program JKN-KIS sejak tahun 2014.

“Awalnya saya kaget bercampur bingung ketika didiagnosa menderita penyakit gagal ginjal. Apalagi ketika tahu biaya yang harus saya keluarkan untuk satu kali cuci darah sangatlah besar” ujarnya, Selasa (28/8).

Asep mengaku sempat ragu terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit karena dia masuk sebagai peserta JKN-KIS. Walau demikian, Asep mengikuti prosedur yang berlaku mulai dari berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga mendapat rujukan ke rumah sakit.

“Saya justru dilayani dengan sangat baik. Saya sangat puas dengan pelayanan di fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Melalui program JKN-KIS, pengobatan gagal ginjal yang harus rutin dilakukan hemodialisa tidak terganggu. Asep pun tidak pernah mengeluarkan biaya serupiahpun karena seluruhnya ditanggung BPJS kesehatan.

Asep menyampaikan harapannya kepada BPJS Kesehatan dan seluruh fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk terus meningkatkan pelayanan terhadap peserta program JKN-KIS. Dengan demikian, diharapkan penyelenggaraan program JKN-KIS makin optimal.

Asep juga berharap bagi masyarakat Indonesia yang belum menjadi peserta JKN-KIS agar segera mendaftar jadi peserta program JKN-KIS. Pasalnya, program tersebut memiliki banyak sekali manfaat. Iuran yang dibayarkan pun membantu peserta lain yang membutuhkan.

“Terima kasih BPJS Kesehatan. Terima kasih peserta JKN-KIS. Sungguh saya sangat terbantu,” kata Asep. /haris

BACA JUGA:   Perubahan KUA PPAS Prioritaskan Penanganan Kesehatan dan Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19

Komentar

News Feed