oleh

Polres Majalengka Tangkap TNI Gadungan Dalam Operasi Zebra

MAJALENGKA (CT) – Seorang pria yang mengaku anggota TNI dengan identitas Sakudin (40) warga Desa Sindang, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka diamankan Kepolisian Resort Majalengka, karena mengaku-ngaku sebagai anggota TNI dan anggota Kepolisian Resort  Majalengka.

Dari dalam tas Sakudin yang dibawanya diamankan barang bukti pakaian TNI lengkap dengan pangkat kapten serta kartu kenggotaan TNI di Majalengka, kartu anggota kepolisian, serta beberapa buah STNK kendaraan bermotor dan uang senilai Rp 70.000.000.

Menurut keterangan Kapolres Majalengka AKBP Suyudi Ario Seta melalui Kapolsek Kertajati, Ajun Komisaris Polisi Abdul Majid, Sakudin diamankan pilisi saat saat terkena razia operasi Zebra Lodaya yang dilakukan Satuan Lalulintas Polres Majalengka di ruas jalan Kadipaten-Jatitujuh tepatnya di ujung Kecamatan Kertajati. Ketika itu Sakudin mengendarai sepeda motor melaju dari arah Jatitujuh dengan mengenakan celana dan kaus loreng serta jaket loreng, dan sepatu ala tentara sambil mengendong ransel.

“Dia sewaktu diberhentikan petugas kepolisian dia langsung mengaku anggota TNI dan minta untuk tidak terkena tilang, namun karena ada kecurigaan, petugas akhirnya minta dia untuk menunjukan identitas diri,” ungkap Kapolsek, Rabu (3/12) petang.

Sakudin pun akhirnya menunjukan kartu keanggotaan TNI di Majalengka namun tak dijelaskan di mana, sehingga anggota Satuan Lalulintas menyerahkan yang bersangkutan ke Mapolsek untuk ditindaklanjuti.

Setelah diperiksa di Mapolsek ternyata di dalam ranselnya terdapat kartu anggota kepolisian palsu dan kartu anggota TNI palsu serta baju TNI , beberapa buah STNK serta uang sebesar Rp 70.000.000.

Danramil Kertajati Kapten E. Supriatna  menyatakan, di kesatuannya tidak terdapat nama Sakudin, dia diduga hanya  mengaku- ngaku sebagai anggota TNI untuk menakut-nakuti warga serta aparat lainnya untuk memuluskan identitas palsunya.

BACA JUGA:   Purnabakti Diharapkan Tetap Berkontrisbusi bagi Kota Cirebon

“Yang dikhawatirkan dengan modal pakaian dan identitas palsu berupa kartu anggtota TNI dan kepolisan ini dia menipu warga, makanya hals emacam ini harus diwaspadai,” ungkap Supriatna. (CT-110)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed