oleh

Pertanian yang Mengandalkan Ilmu Autodidak

Oleh: Asna SP

PERTANIAN di Indonesia secara umum masih sangat tertinggal dari Negara tetangga seperti Malaysia, Jepang dan Singapura, meski sebenarnya teknologi pertanian di Indonesia tidak kalah canggih dan sudah modern.

Namun ternyata, perkembangan pertanian di Indonesia hingga saat ini masih stagnan, belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan bagi semua masyarakat petani yang dibilang mayoritas di Negara kita ini.

Apa sebenarnya yang menjadi permasalahan yang mengakibatkan sulitnya sektor pertanian untuk berkembang pesat dan merata di seluruh daerah di Indonesia? Apakah pertanian masih dijalankan dengan mengandalkan ilmu autodidak?

Sepertinya untuk menjawab dua pertanyaan mendasar itu, jelas terlintas dipikiran setiap orang terkesan sektor pertanian masih dianggap hal yang diremehkan, bahkan ada sebagian masyarakat yang memandang pertanian sepertinya tidak penting dalam menunjang kemajuan sebuah Negara.

Ada ungkapan yang nyeleneh, pertanian yang tidak jauh dari kegiatan cangkul mencangkul di sawah. Ungkapan itu terkadang, cukup menyakitkan hati saya khususnya yang jujur saja saya lulus pertanian dari mulai tingkat sekolah menengah atas.

Di sini yang harus bisa dibuktikan, bahwa pertanian bukan sekedar pegang cangkul dan mencangkul di sawah yang dianggap pekerjaan yang kotor berlumur dengan tanah.

Pertanian dipandang secara umum, jelas bukan sebatas ungkapan singkat seperti itu, cukup banyak bukti yang sudah dilakukan mereka yang terjun ke sektor pertanian dan tidak sebatas menggunakan cangkul.

Dimulai dari mereka yang sudah mengenyam pendidikan pertanian, harus bisa dibuktikan saat ini sudah jaman modern dan sudah harus pula dikenalkan bagaimana pertanian bisa maju pesat seperti sektor lain, seperti industri pakaian, otomotiv dan industri lainnya yang dianggap cepat berkembang.

Jika kita menengok di Negara maju, seperti Jepang misalnya, di sana masih ada sektor pertanian, bahkan jelas cukup maju dan modern. Saya melihat, di Jepang memang sangat pesat perkembangan semua sektor yang ada termasuk pertanian, bahkan aplikasi ilmu pertanian sudah diterapkan diberbagai situasi dan kondisi di sana.

BACA JUGA:   Anak Kampung Mbaca Antusias Belajar Alat Musik Tradisional

Tidak sedikit petani di sana tidak mengeluhkan masalah lahan, bahkan proses pertanian dilakukan bukan saja di lahan sawah atau harus di atas tanah yang dianggap subur. Melainkan memanfaatkan lahan di sekitar rumah, di atas gedung, di dalam pekarangan rumah juga di ruang laboratorum.

Di Indonesia sepertinya belum ada pihak swasta yang secara serius mau terjun mengembangkan sektor pertanian, bahkan pemerintah pun sepertinya ada anggapan masih memandang sebelah mata pada sektor pertanian yang sebenarnya dianggap salah satu sektor yang bisa mempertahankan kekuatan ekonomi masyarakatnya.

Banyak program yang digulirkan oleh pemerintah, seperti swasembada pangan, ketahanan pangan, bahkan dalam program tersebut melibatkan berbagai pihak yang dianggap mampu membantu perkembangan sektor pertanian, namun semuanya itu sepertinya tidak berjalan secara maksimal.

Tidak jarang di Indonesia terjadi krisis pangan, misalnya yang pernah terjadi menghilangnya produksi kacang kedelai, garam, cabai, beras, gula dan banyak permasalahan sektor pertanian yang selalu dianggap gagal dan memaksa pemerintah akhirnya melakukan kebijakan harus impor.

Menurut saya pertanian itu cukup sederhana, pemerintah mau dan serius mengembangkan sektor pertanian, petani dibekali ilmu pertanian yang lebih modern dan dipenuhinya berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk kemajuan sektor pertanian.

Namun apa yang terjadi sekarang ini, petani sepertinya masih dianggap umpan untuk kepentingan orang-orang yang memiliki kekuasaan. Sebagian dari mereka seolah-olah membela masyarakat petani bagi petani tanaman pangan dan palawija, petani nelayan ataupun petani hasil olahan, namun sebenarnya mereka hanya memanfaatkan situasi yang sesaat.

Hal ini menurut saya, kemajuan sekktor pertanian di Indonesia yang belum secara maksimal dan merata mengalami kemajuan mengikuti perkembangan jaman sekarang ini.

BACA JUGA:   Milna Peduli Kebutuhan Gizi Balita Indonesia

Akhirnya, hingga saat ini saya masih menganggap bahwa perkembangan sektor pertanian di Indoensia masih mempergunakan ilmu pertanian yang autodidak. Padahal sebenarnya, ratusan bahkan ribuan generasi muda yang lulus dari perguruan tinggi pertanian, baik swasta maupun negeri yang ada di Negara kita ini.

Mari kita pikirkan bersama dan satukan persepsi, jika sektor pertanian masih memiliki peran sangat penting untuk kemajuan masyarakat Indonesia, baik secara ekonomi dan juga kesejahteraan kehidupannya baik sekarang maupun di masa yang akan datang.***

Penulis adalah Penggiat Pertanian

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed