oleh

Pengisian Posisi wakil Bupati Kuningan Pengaruhi Format Fraksi di DPRD

KUNINGAN (CT) – Isu pengisian posisi wakil Bupati Kuningan mempengaruhi suhu politik di Kabupaten Kuningan. Hal tersebut diperkuat dengan bubarnya Fraksi Gerindra Persatuan yang diisi oleh 4 legislator Gerindra dan 3 legislator PPP.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Fraksi Gerindra Persatuan, H Dede Ismail, Gerindra memilih berdiri sendiri, sedangkan PPP bergabung ke fraksi PAN atau Fraksi PAN Persatuan.

“Hal tersbeut dilakukan mungkin hanya ingin pindah-pindah ‘rasa’ sehingga kami tidak bisa menyatu lagi,” jawabnya dengan nada enteng, Kamis (12/05).

Ia menambahkan, sesuai dengan aturan, Gerindra bisa berdiri sendiri dengan 4 anggotanya yang mengatasnamakan Fraksi Gerindra. Lain halnya dengan PPP dengan 3 anggota, jadi harus bergabung ke fraksi lain.

“Kalau kita sih bisa berdiri sendiri karena minimal 4 anggota untuk satu fraksi. Kami sudah buat suratnya yang ditujukan ke pimpinan DPRD, bahwa Fraksi Gerindra Persatuan diubah menjadi Fraksi Gerindra,” jelas Dede.

Disisi lain, ‘perceraian’ antara Gerindra dan PPP diprediksi kuat bakal berdampak pada perubahan seluruh AKD (Alat Kelengkapan Dewan), baik komisi I sampai IV, Badan Kehormatan (BK), maupun Bapperda (Badan Pembentuk Perda). Pasalnya, Momon Suherman dari PPP kini menjabat ketua BK sekaligus wakil ketua komisi IV.

Selain itu, komposisi Badan Anggaran (Banggar) dan Badan Musyawarah (Banmus) pun dipastikan mengalami perubahan. Sebab keanggotaan Banggar dan Banmus merupakan utusan dari seluruh fraksi yang ada. Kocok ulang AKD nampaknya menjadi sesuatu yang tak bisa dihindari dan akan merubah konstelasi koalisi parlemen.

“Di Tatib itu kan yang tertulis Fraksi Gerindra Persatuan. Kalau sekarang sudah bubar, maka diperlukan revisi Tatib,” kata Dede.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Kuningan H Momon Suherman, usai mengikuti paripurna dewan mengatakan, pihaknya menarik diri dengan alasan ingin adanya suasana baru.

BACA JUGA:   Peduli Lingkungan, KAI Daop 3 Cirebon Tanam 122 Pohon

“Ini kejadian biasa saya kira. Jadi biasa-biasa saja. Kita masih tetap akrab dengan siapapun di gedung dewan ini,” ungkap Momon.

Dia menyebutkan, bubarnya Fraksi Gerindra Persatuan tinggal menunggu proses administrasi saja. Secara kepartaian, DPC PPP harus berkoordinasi dengan DPW dan DPP.

“Menarik diri dengan Gerindra, akan berefek pada perombakan seluruh AKD. Jabatan ketua Badan Kehormatan (BK) yang kini masih didudukinya, jelas bakal ada pergantian,” katanya.

Di tempat terpisah, H. Maman Wijaya membenarkan jika PAN saat ini telah menerima PPP. “Bergabungnya PAN dan PPP itu menjadi fraksi PAN persatuan,” jelas Maman. (Ipay)

Komentar

News Feed