oleh

Pengikut Sang Raja Terakhir di Kota Cirebon Mencapai 60 Orang

CIREBON (CT) – Meski belum bisa dibilang membahayakan oleh Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Cirebon, ajaran Sang Raja Terakhir rupanya sudah merekrut 60 orang di Kota Cirebon, Kamis (25/02).

Hal tersebut dijabarkan oleh Kepala Badan Kesbangpolinmas Kota Cirebon, Tata Kurniasasmita. Menurutnya, pihak Kesabangpolinmas sudah berkoordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cirebon untuk membina aliran tersebut.

“Kegiatan ajaran ini dilakukan di Masjid Al Bayan dan pengikutnya sekira 60 orang,” kata Tata.

Diberitakan sebelumnya, Aliran Sang Raja terakhir ini berkembang salah satunya di wilayah Kejaksan, Kota Cirebon. Untuk bisa mengikuti aliran ini, para warga tak perlu mengucapkan syahadat, namun cukup mengumpulkan fotocopy KTP dan KK dan berjanji akan terus mengikuti ajaran yang disampaikan Sang Raja Terakhir.

Aliran ini menjanjikan suatu pekerjaan dan mata pencaharian yang akan menyelamatkan warga di hari akhir. Sang Raja Terakhir ini pun mengaku memiliki harta senilai Rp 700 triliun yang bisa mempekerjakan seluruh warga Cirebon bahkan Indonesia. (Wilda)

BACA JUGA:   Sri Laelasari Peduli ODGJ

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed