oleh

GAMAS Ajak Masyarakat Cegah Radikalisme dan Aliran Sesat

KUNINGAN (CT) – Ormas Gamas Kabupaten Kuningan, dengan menggelar sosialisasi peran serta masyarakat dalam menangkal bahaya penyebaran aliran sesat dan radikalisasi di Wilayah Hukum Kabupaten Kuningan, di Pesantren Darul Mukhlisin Desa Cisantana Kecamatan Cigugur, Minggu (28/02).

Nampak hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, Kepala Badan Kesbangpol Kuningan, Indra Purwantoro SAP,  Danramil 1515/ Cigugur, Kapten Inf. Kafidin, Pimpinan Pondok Pesantren  Darul Mukhlisin Cisantana, KH Yayat Hidayat Ketua Gamas Kab. Kuningan, K Nana Nurudin  serta perwakilan ormas Islam lainnya dan masyarakat Desa Cisantana.

Ketua Panitia kegiatan, Nanang Subarnas menjelaskan, perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya dan strategi untuk menangkal bahaya aliran sesat dan radikalisme. “Sehingga masyarakat bisa memiliki wawasan dan faham bahwa Aliran Sesat dan Radikalisme senantiasa menjadi bahaya laten yang bisa menjadi sumber perpecahan dan konflik horizontal di kalangan mereka,” papar Nanang.

Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan dalam sambutannya, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Ormas Gamas yang bekerjasama dengan Pesantren Darul Mukhlisin tersebut. “Atas nama pemerintah, kami ucapkan terima kasih atas kepeduliannya untuk menciptakan suasana yang kondusif di Kuningan. Apalagi Gamas kami lihat tetap konsisten menegakkan motto amar maruf nahi munkar, dan tetap menjadi pionir untuk meminimalisir kemaksiatan yang terjadi di masyarakat, “ terang Acep.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Kuningan, Indra Purwantoro SAP, yang menjadi pembicara terakhir dalam sosialisasi tersebut, menjelaskan bahwa memudarnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat saat ini, bisa menjadi potensi bagi tersebarnya faham radikalisme dan aliran sesat.

“Kita miris, masyarakat saat ini cenderung tidak mempunyai rasa memiliki dan bangga pada bangsa dan negaranya, budaya menghormati simbol-simbol negara pun sudah mulai luntur. Maka tidak heran jika MUI mensinyalir saat ini ada 144 aliran sesat yang ada di Jawa Barat,“ tukasnya. (Ipay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

News Feed