oleh

Pencapaian Cakupan Semesta 2019 BPJS Kesehatan Dapat Dukungan Pemkab Cirebon

CIREBON (CT) – Paling lambat 1 Januari 2019 seluruh penduduk Indonesia mendapatkan jaminan kesehatan nasional atau Cakupan Semesta 2019 yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat dan perlindungan kesehatan.

Kepala Layanan Operasional BPJS Kesehatan Kabupaten Cirebon, Dewi Fitriani, mengatakan, Cakupan Semesta 2019 butuh keterlibatan dari semua pihak, baik dari BPJS Kesehatan, pemerintah, swasta serta masyarakat. Per 1 April 2016, masyarakat Kabupaten Cirebon yang sudah menjadi peserta layanan JKN-BPJS Kesehatan sebesar 77 persen dari total penduduk Kabupaten Cirebon.

Dewi mengungkapkan, BPJS Kesehatan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon, pihak swasta, serta stakeholder lainnya. Dirinya optimis target Cakupan Semesta 2019 di Kabupaten Cirebon dapat tercapai. Hal itu tidak terlepas dari dukungan penuh Pemkab Kabupaten Cirebon.

Pemkab Cirebon telah menyediakan anggaran khusus untuk mendaftarkan penduduknya dalam layanan PBI-APBD. Penduduk Kabupaten Cirebon yang telah didaftarkan dalam program layanan PBI-APBD ini, sebanyak 61.681 penduduk yang termasuk kategori tidak mampu.

“Penerima Bantuan Iuran ini kelompok anggarannya berasal atau dibayarkan dari APBD atau anggaran daerah,” katanya.

Dijelaskan Dewi, di Kabupaten Cirebon sendiri, yang telah menjadi peserta JKN-BPJS Kesehatan didominasi dari kelompok PBI-APBN sebanyak 1.188.625 penduduk, atau 50 persen dari total penduduk Kabupaten Cirebon. Peserta kelompok ini iurannya dibayarkan oleh Pemerinth Pusat atau dalam hal ini Kementerian Sosial.

Dirinya berharap, peserta yang mendaftar dan membayar iuran bukan hanya ketika sakit, tapi juga ketika tidak sakit disertai niat untuk menolong sesama, karena prinsip dari layanan BPJS Kesehatan yang merupakan asuransi sosial ini adalah gotong royong. Jika selama membayar iuran peserta tersebut tidak pernah sakit, itu adalah bentuk sumbangsih dalam mengamalkan prinsip gotong royong tersebut.

BACA JUGA:   Ini Penjelasan Dirut PAM Tirta Giri Nata soal Reklasifikasi

“Yang sehat membantu yang sakit dan yang kurang mampu dibantu yang lebih mampu,” katanya. (Haris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed