oleh

Pemilik Suara di Musda Golkar Deklarasi Dukung Andrie Gantikan Lili

Citrust.id – Andrie Sulistio SE berpeluang besar menjadi suksesor Lili Eliyah SH MM sebagai ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon. Anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Cirebon dan ketua AMPI Kota Cirebon itu didukung maju di Musyawarah Daerah (musda) X Golkar Kota Cirebon.

Dukungan kepada Andrie dideklarasikan oleh hampir semua pemegang hak suara dalam musda, seperti unsur pimpinan kecamatan (PK), dewan pertimbangan, hingga unsur pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar tingkat Kota Cirebon, Selasa (18/5), di salah satu kafe di kawasan Bima,

“Kami siap mendukung Andrie Sulistio SE, karena beliau memiliki dedikasi di kepengurusan, serta memiliki pengalaman dua periode menjadi anggota DPRD Kota Cirebon. Selain itu memiliki jiwa kepemimpinan muda dan pertimbangan lain yang matang,” kata Bambang Rismayadi, juru bicara deklarasi.

Bambang menambahkan, pihaknya siap mengamankan instruksi DPD Partai Golkar Jawa Barat yang tertuang dalam surat tertanggal 5 Mei 2021.

Dalam instruksi tersebut, Musda X DPD Partai Golkar Kota Cirebon harus diselenggarakan paling lambat satu bulan setelah terbitnya surat instruksi.

Bambang juga memastikan akan mengawal instruksi tersebut, termasuk larangan bagi ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon melakukan pergantian PK ataupun pimpinan Ormas Hasta Karya, sampai terlaksananya musda berdasarkan amanah Mahkamah Partai.

“Jadi sebelum musda diselenggarakan, ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon tidak boleh mengganti kepengurusan, baik PK maupun Ormas Hasta Karya,” jelasnya.

Sementara itu, Andrie Sulistio mengaku, tidak ingin ada yang tertinggal di Partai Golkar Kota Cirebon. Sehingga untuk maju menjadi ketua DPD Partai Golkar harus mengajak semua lapisan.

“Saya tidak ingin ada perpecahan di tubuh Partai Golkar. Karena biasanya, setelah musda ada perpecahan. Makanya saya ajak semua,” ujarnya.

Andrie juga berharap, pemilihan ketua dalam Musda X DPD Partai Golkar Kota Cirebon dapat dilakukan secara aklamasi. Hal itu untuk menghindari adanya perpecahan antar-kader.

“Saya bersyukur, sembilan dari 11 pemegang suara pada musda nanti bisa bersatu,” katanya. (Aming)

Komentar

News Feed