oleh

Pelintasan Kereta Api Terisi Tanpa Palang Pintu

INDRAMAYU (CT) – Masih seringnya terjadi kecelakaan kereta api, salah satunya diduga akibat belum adanya palng pintu pelintasa di rel kereta api. Pengendara sering menerobos jalur kereta api tanpa adanya palang pintu dan penjaganya. Seperti lokasi di rel kereta api Terisi Kabupaten Indramayu, yang menghubungkan ke kecamatan Cikedung, sudah puluhan tahun tanpa palang pintu.

Menurut, Sunaryo (50) warga Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu dirinya rela setiap hari menunggu palang pintu kereta api Terisi yang menggunakan kayu biasa, sudah lebih berlangsung 4 tahun. Meski sebelumnya ia bekerja menjadi tukang becak di pasar Terisi, namun karena sepi penumpang ia beralih menjaga pintu rel kereta api.

“Sudah 4 tahun di sini dan dari pihak KAI tak pernah dibuatkan palang pintu permanen. Gak tau kenapa, ini saja palangnya dibuat dari bambu, hasil dari uang saya sendiri,” ungkapnya kepada CT, Rabu (25/5).

Selain Sunaryo satu penjaga lainnya yaitu, Katug yang baru sebulan ini menemani Sunaryo menjaga palang pintu kereta api Terisi.

“Sehari paling dapat enam puluh ribu, itupun dibagi dua orang. Di sini dari jam 7 pagi sampai jam 6 sore. Apalagi nanti bulan puasa, mungkin bisa sampai larut malam,” jelas Katug

Menurutnya, selama menjaga palang ointu itu tidak ada upaya apapun dari pihak KAI di stasiun Kereta Api Terisi, untuk memberikan kontribusi kepada para penjaga palang pintu tersebut.

Padahal dengan adanya mereka di situ keselamatan para pengguna jalan yang melintas di kawasan itu bisa sedikit aman. Paling tidak bisa meminimalisir angka kecelakaan di rel kereta api.

“Gak ada gaji bulanan ataupun harian, kita dapat dari pengguna jalan yang melintas saja. Itupun kalau mereka ngasih dan kita juga gak meminta,” tukasnya. (Didi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed