oleh

Pegawai PT PUS Keberatan jika Tenant di GTC Ditutup

Citrust.id – Kisruh pengelolaan manajemen Gunungsari Trade Center (GTC) Kota Cirebon antara PT Toba Sakti Utama (TSU) dan PT Prima Usaha Sarana (PUS) ditanggapi oleh salah satu karyawan PT PUS, Ferdianto.

Ferdianto mengaku keberatan jika tenant harus ditutup semua, sesuai keinginan PT TSU. Karena, urusan dua perusahaan ini bisa diselesaikan melalui hukum.

“Saya tidak terima kalau tutup. Saya juga tegaskan, PT Prima Usaha Sarana itu legal dan punya kekuatan hukum,” ujarnya.

Ferdianto mengatakan, persoalan manajemen antara PT TSU dan PT Prima Usaha Sarana merupakan urusan internal. “Ini persoalan pimpinan masing-masing,” ujarnya.

Meski demikian, Ferdianto mengaku khawatir. Karena beberapa hari ini sejak persoalan ini mencuat, GTC dipenuhi banyak anggota Ormas. “Saya sudah lapor ke Polres Cirebon Kota kalau gedung ini didatangi Ormas,” ujar dia.

Selama ini juga, kata Ferdianto, belum pernah bertemu dengan direktur PT Prima, karena selama ini yang datang hanya komisaris.

“Saya digaji PT Prima Usaha Sarana tapi melalui komisaris. Karena setor keuangan juga ke komisaris,” ujarnya.

Perlu diketahui, kata Ferdianto, selama di bawah PT Prima, sewa tiap tenant GTC beragam sesuai ukuran, yakni dari Rp500 ribu hingga Rp9 juta perbulan.

“Dari total lima tenant yang disewa, empat tenant kontrak perbulan sedangkan satu tenant lainnya kontrak pertahun,” kata dia.

Setiap ada yang sewa tenant, kata Ferdianto, akan diperbaiki tempatnya. “Umumnya kalau ada yang sewa, kita perbaiki tempatnya,” katanya. (Aming)

BACA JUGA:   Wisuda Sarjana dan Magister ke-57 UGJ Terapkan Protokol Kesehatan

Komentar

News Feed