oleh

Pakai Varietas Padi MSP Petani Bisa Tanam Lagi tak Ganti Benih Baru

Cirebontrust.com – Penggunaan varietas tanaman padi jenis MSP oleh petani yang ada di Desa Gowa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, sudah menunjukkan hasilnya. Pada Jumat (19/08) siang tadi areal sawah yang ditanami padi jenis MSP memasuki massa panen, secara simbolis dilakukan panen raya oleh Anggota DPR RI, Mindo Sianipar.

Kegiatan panen raya oleh Mindo Sianipar yang juga kader PDI Perjuangan, didampingi Bakal Calon Bupati Hj Dian Hernawa Susanti yang tercatat juga kader PDI Perjuangan serta duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Cirebon.

Menurut Mindo Sianipar yang juga pengurus DPP PDI Perjuangan dan dari komisi IV DPR RI, jenis MSP yang di buat oleh Surono Danu kini sudah disebarluaskan sejak tahun 2007 lalu ke semua provinsi di Indonesia.

“Tanaman padi ini, hasil gabahnya bisa ditanam menjadi benih lagi, karena bukan jenis hibrida. Di sini petani jelas bisa mandiri karena tidak tergantung stok benih dari perusahaan,” katanya.

Dikatakannya, hasil panen yang dilihatnya dengan menggunakan benih MSP cukup bagus, tidak kalah dengan penggunaan benih unggul yang hibrida.

Di tempat yang sama, Kader PDI Perjuangan, Hj Dian Hernawa Susanti penggunaan benih tanaman padi MSP merupakan program dari Presiden Kelima, Megawati Sukarno Putri, dengan tujuan Jawa Barat akan diprioritaskan menjadi kedaulatan pangan.

“Program ini sebagai penyemangat, pemerintah daerah harus peka, bukan dijadikan sekadar seremonial. Tanaman padi jenis MSP diusahakan bisa dikembangkan. Serta kader-kader PDI Perjuangan khususnya di Kabupaten Cirebon membantu sosialisasi kepada petani agar menggunakan benih jenis MSP,” ujarnya.

Selain penggunaan benih MSP yang sudah terbukti cukup bagus hasilnya, pemerintah juga memperhatikan infrastruktur pertanian harus mendukung, agar program itu bisa berjalan di Kabupaten Cirebon.

BACA JUGA:   HUT ke-80 RS Paru Sidawangi, Tingkatkan Pelayanan Penanganan Tb

“Kita sudah banyak melihat, beberapa lahan pertanian sepertinya sudah beralihfungsi. Pemerintah harus berani mencegah hal itu, karena program pertanian ini, merupakan bagian program trisakti, yakni sandang, pangan atau ekonomi daerah lebih dipentingkan,” ungkapnya. (Sukirno Raharjo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed