Makna Rebo Wekasan Keraton Kasepuhan Cirebon dan Tradisi Tawurji

Citrust.id – Tradisi Rebo Wekasan kembali digelar keluarga besar Keraton Kasepuhan Cirebon pada Rabu terakhir bulan Safar dalam kalender Hijriah. Tradisi tersebut diisi dengan doa bersama, pembagian rezeki kepada masyarakat sekitar melalui tradisi curak atau tawurji, serta menjadi wujud syukur dan ikhtiar memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA Goemilar Soeriadiningrat, mengatakan Rebo Wekasan merupakan salah satu tradisi yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan pada bulan Safar. Sebelumnya, keluarga besar Keraton Kasepuhan Cirebon telah melaksanakan tradisi Apeman.

“Keluarga besar Keraton Kasepuhan mengadakan acara tradisi yaitu Rebo Wekasan. Di mana Rebo Wekasan itu adalah Rebo terakhir di bulan Safar, dalam rangkaian di bulan Safar setelah sebelumnya kita Apeman,” ujar PRA Goemilar Soeriadiningrat, Rabu (12/8/2026).

Dalam pelaksanaannya, Rebo Wekasan di Keraton Kasepuhan Cirebon juga menjadi momentum untuk berdoa bersama. Doa tersebut dipanjatkan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keberkahan.

“Tadi kita berdoa dan khususnya kita meminta perlindungan pada Allah dan sedikit membagikan rezekilah kepada masyarakat sekitar,” katanya.

PRA Goemilar menjelaskan, pembagian rezeki kepada masyarakat sekitar dalam tradisi Rebo Wekasan memiliki makna tersendiri. Kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus bagian dari tradisi curak atau tawurji.

Selain memohon perlindungan, doa bersama tersebut juga ditujukan untuk kesehatan serta kelancaran rangkaian kegiatan pada bulan Mulud. Menurut PRA Goemilar, rangkaian bulan Mulud tahun ini jatuh pada 26 Agustus.

“Kami melaksanakan tradisi Rebo Wekasan sekaligus berdoa bersama kepada Allah SWT untuk meminta perlindungan dan kesehatan. Mudah-mudahan rangkaian di bulan Mulud di tahun sekarang yang jatuh insyaallah tanggal 26 Agustus, dimudahkan, dilancarkan, dan mendapat berkah,” tuturnya.

BACA JUGA:  Gantole Sumbang Dua Emas bagi Majalengka di Porprov Jabar 2022

Tradisi Rebo Wekasan di Keraton Kasepuhan Cirebon tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian tradisi pada bulan Safar. Doa bersama, permohonan perlindungan, serta pembagian rezeki kepada masyarakat menjadi bagian penting dari pelaksanaan tradisi yang sarat dengan makna syukur dan harapan akan keberkahan tersebut. (Haris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *