Gapura Pecinan Cirebon Jadi Penanda Kawasan Budaya

Gapura Pecinan Cirebon Jadi Penanda Kawasan Budaya
Gapura Pecinan Cirebon jadi penanda kawasan budaya. (Haris/Citrust.id)

Citrust.id – Gapura Pecinan Cirebon resmi diresmikan Pemerintah Kota Cirebon bersamaan dengan Festival Kuliner dan Budaya Kenduri Kue Bulan 2026, Sabtu (26/9/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari penguatan identitas kawasan sekaligus pengembangan potensi wisata sejarah dan budaya di Kota Cirebon.

Festival yang digelar pada kesempatan yang sama menghadirkan beragam kuliner, budaya, dan tradisi masyarakat Tionghoa. Kehadiran gapura di kawasan Pecinan diharapkan menjadi penanda kawasan sekaligus memperkuat daya tarik sejarah dan budaya yang dimiliki Cirebon.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, keberadaan kawasan Pecinan tidak dapat dipisahkan dari perjalanan sejarah Kota Cirebon yang sejak lama dihuni masyarakat dengan latar belakang suku dan agama yang beragam.

“Ini satu identitas bahwa di Kota Cirebon masih ada berbagai suku yang sudah bergabung dan hidup bersama. Ke depan saya berharap semua umat beragama dan semua suku bisa terus menjadi satu di Kota Cirebon,” ujarnya.

Menurut Effendi, potensi kawasan Pecinan dapat dikembangkan lebih jauh sebagai tujuan wisata. Kawasan tersebut dinilai dapat terhubung dengan sejumlah lokasi bersejarah lain, seperti Kampung Arab dan kawasan keraton.

Rangkaian kawasan tersebut, kata dia, dapat memperlihatkan keberagaman sejarah serta budaya yang berkembang di Kota Cirebon. Pengembangannya juga diharapkan mampu menarik masyarakat dari luar daerah untuk datang dan mengenal berbagai potensi yang dimiliki Cirebon.

“Tentunya menjadi daya tarik tersendiri untuk Kota Cirebon. Saya ingin Kota Cirebon semakin dikenal dan orang bisa datang untuk melihat serta mempelajari seni, budaya, dan berbagai potensi yang kita miliki,” katanya.

Selain aspek budaya dan pariwisata, pelaksanaan Festival Kenduri Kue Bulan dinilai dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Effendi menyebut pergerakan ekonomi tersebut membutuhkan dukungan dari pemerintah, masyarakat, komunitas, pelaku usaha, serta berbagai pihak lainnya.

BACA JUGA:  Ketua KPU: Pemutakhiran Data Pemilih Sangat Penting untuk Melayani Hak Politik Rakyat

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, otomatis perekonomian kerakyatan ikut bergerak. Teman-teman media juga akan ikut menyebarluaskan, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi Kota Cirebon,” ungkapnya.

Effendi menegaskan, pengembangan wisata berbasis sejarah dan budaya perlu disertai dengan pembenahan infrastruktur serta peningkatan kenyamanan kota. Dengan demikian, Cirebon diharapkan semakin menarik bagi masyarakat dari luar daerah untuk berkunjung.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, termasuk Pemerintah Kota Cirebon dan unsur legislatif.

“Ke depan saya berharap kegiatan seperti ini bisa lebih meriah lagi. Ini bagian dari kolaborasi untuk membangkitkan potensi Kota Cirebon sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat,” pungkasnya. (Haris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *