Citrust.id – Bantuan air bersih sebanyak 16.000 liter disalurkan kepada warga Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, yang mulai mengalami keterbatasan pasokan air akibat musim kemarau. Penyaluran dilakukan pada 23 dan 24 September 2026 dengan menyasar warga RW 02 Kedung Krisik dan wilayah Kopiluhur.
Bantuan tersebut disalurkan oleh Anggota DPRD Kota Cirebon dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Anton Octavianto. Masing-masing wilayah menerima 8.000 liter air bersih.
Penyaluran pertama berlangsung pada Rabu (23/9/2026) untuk warga RW 02 Kedung Krisik, Kelurahan Argasunya. Sehari berikutnya, Kamis (24/9/2026), distribusi kembali dilakukan dengan jumlah yang sama untuk masyarakat di wilayah Kopiluhur.
Anton mengatakan, bantuan diberikan setelah dampak musim kemarau mulai dirasakan warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari.
“Hari ini kami sudah menyalurkan 8 ribu liter air bersih untuk warga RW 02 Kedung Krisik. Besok kami lanjutkan lagi sebanyak 8 ribu liter untuk warga Kopiluhur, Kelurahan Argasunya,” ujar Anton, Rabu (23/9/2026).
Menurut dia, keterbatasan sumber air pada musim kemarau membuat ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, penyaluran air diarahkan ke wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan.
Anton berharap bantuan tersebut dapat mengurangi kesulitan warga dalam memperoleh air untuk kebutuhan rumah tangga selama kondisi kemarau berlangsung.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Mudah-mudahan bantuan air bersih ini bisa membantu memenuhi kebutuhan warga,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran secara langsung di tengah masyarakat diperlukan ketika warga menghadapi persoalan yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.
Distribusi air bersih ini menyasar masyarakat di dua wilayah Kelurahan Argasunya yang membutuhkan pasokan tambahan. Total 16.000 liter air disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga di tengah keterbatasan air akibat musim kemarau.
Ketersediaan air bersih juga berkaitan dengan aktivitas harian dan kebersihan lingkungan. Dengan penyaluran tersebut, warga di Kedung Krisik dan Kopiluhur diharapkan memperoleh tambahan pasokan selama musim kemarau masih berlangsung. (Haris)







