Stasiun Cirebon Prujakan Layani Penumpang Sejak Era Kolonial

Stasiun Cirebon Prujakan Layani Penumpang Sejak Era Kolonial
Stasiun Cirebon Prujakan layani penumpang sejak era kolonial. (ist)

Citrust.id – Stasiun Cirebon Prujakan masih menjadi salah satu titik penting perjalanan kereta api di Pulau Jawa. Sejak mulai beroperasi pada 1 Mei 1897, stasiun berusia lebih dari satu abad di Kota Cirebon, Jawa Barat, ini terus melayani mobilitas penumpang sekaligus mendukung konektivitas transportasi di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon.

Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, sebanyak 570.997 pelanggan tercatat menggunakan layanan Stasiun Cirebon Prujakan. Jumlah tersebut terdiri atas 285.368 penumpang berangkat dan 285.629 penumpang datang.

Data KAI Daop 3 Cirebon menunjukkan, aktivitas penumpang di stasiun tersebut mencapai 793.000 orang sepanjang 2024. Rinciannya, 403.210 pelanggan melakukan perjalanan dari stasiun tersebut, sedangkan 389.790 lainnya tercatat sebagai penumpang kedatangan.

Pada 2025, jumlah pelanggan yang dilayani mencapai 675.796 orang. Sebanyak 340.183 merupakan penumpang keberangkatan dan 335.613 lainnya penumpang kedatangan.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menjelaskan, Stasiun Cirebon Prujakan mempunyai posisi tersendiri dalam sejarah perkembangan transportasi kereta api di Cirebon. Keberadaannya selama lebih dari 100 tahun memperlihatkan bagaimana layanan perkeretaapian terus bertahan dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat.

“Stasiun Cirebon Prujakan bukan hanya menjadi saksi perjalanan panjang sejarah perkeretaapian di Cirebon, tetapi juga terus berkontribusi dalam mendukung mobilitas masyarakat hingga saat ini. Kami melihat nilai sejarah dan fungsi operasional stasiun ini sebagai dua hal yang saling melengkapi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Muhib.

Jejak sejarah Stasiun Cirebon Prujakan bermula pada masa kolonial Belanda. Sebelum menggunakan nama sekarang, stasiun ini dikenal sebagai Stasiun Cheribon SCS dan mulai beroperasi pada 1 Mei 1897.

Pembangunannya dirintis sejak 1895 oleh perusahaan kereta api swasta Semarang-Cheribon Stroomtram Maatschappij (SCS). Pada awalnya, jalur tersebut melayani perjalanan antara Semarang dan Cirebon untuk menunjang pergerakan masyarakat serta pengangkutan hasil bumi.

BACA JUGA:  KAI Cirebon Sosialisasi Disiplin Berlalu Lintas di 14 Perlintasan Sebidang

Perkembangan jaringan perkeretaapian kemudian menghubungkan Stasiun Cheribon SCS dengan Stasiun Cheribon SS (Staatsspoorwegen) pada 1914. Stasiun yang terakhir disebut kini dikenal sebagai Stasiun Cirebon.

Dalam jaringan perjalanan saat ini, Stasiun Cirebon Prujakan melayani kereta api antarkota dengan sejumlah tujuan, antara lain Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Letaknya juga strategis karena berada di jalur pertemuan lintasan kereta api dari kawasan utara dan selatan Pulau Jawa.

Penggunanya berasal dari berbagai kalangan dengan kebutuhan perjalanan yang beragam. Mulai dari pekerja harian, pelajar, mahasiswa, pekerja antarkota hingga wisatawan memanfaatkan layanan stasiun tersebut untuk menunjang aktivitas mereka.

Selain fasilitas perjalanan penumpang, KAI Daop 3 Cirebon menyediakan sejumlah sarana penunjang di Stasiun Cirebon Prujakan. Fasilitas tersebut meliputi loket tiket, ruang tunggu, stasiun pengisian daya, layanan naik kereta menggunakan pengenalan wajah (face recognition boarding), serta water station.

Fasilitas lainnya mencakup musala, pos kesehatan, ruang menyusui, guiding block bagi penyandang disabilitas netra, toilet khusus difabel, kursi roda, dan area parkir khusus penyandang disabilitas.

Di luar pelayanan penumpang, stasiun ini juga menunjang aktivitas angkutan barang serta pengelolaan aset perusahaan. Salah satunya melalui penyewaan ruang usaha bagi tenant yang ingin menjalankan kegiatan bisnis di lingkungan stasiun.

Muhibbuddin mengatakan, KAI Daop 3 Cirebon berupaya mempertahankan fungsi Stasiun Cirebon Prujakan dari berbagai aspek, mulai dari operasional dan pelayanan hingga pemanfaatan aset perusahaan.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung peran Stasiun Cirebon Prujakan sebagai bagian penting dari konektivitas transportasi kereta api. Tidak hanya memastikan pelayanan kepada pelanggan berjalan dengan baik, tetapi juga menjaga nilai sejarah yang melekat pada stasiun ini. Harapannya, Stasiun Cirebon Prujakan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari perjalanan perkeretaapian Indonesia pada masa mendatang,” tutup Muhib.

BACA JUGA:  KAI Amankan Aset Negara Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Keberlanjutan operasional Stasiun Cirebon Prujakan menunjukkan bahwa bangunan peninggalan sejarah tersebut tetap menjalankan fungsi penting di tengah perkembangan transportasi modern.

Selain menyimpan rekam jejak panjang perkeretaapian di Cirebon, stasiun ini masih menjadi bagian dari jaringan mobilitas masyarakat yang menghubungkan berbagai daerah di Pulau Jawa. (Haris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *