oleh

Ketiga Paslon Cabup dan Cawabup Majalengka Ikuti Deklarasi Kampanye Damai

Citrust.id – Tiga paslon Calon Bupati dan Wakil Bupati Majalengka di Pilkada Majalengka mengikuti deklarasi kampanye damai di lapangan GGM Majalengka, Minggu (18/02).

Dalam deklarasi kampanye damai tersebut dihadiri paslon DR. Karna Sobahi M.M.Pd dan Tarsono D Mardiana, berikut Partai Pengusung PDI Perjuangan memperoleh nomor urut 2.

Paslon KH. Maman Imanulhaq dan H. Jefry Romdoni berikut Partai Pengusung Gerindra, PKB, PKS, PAN dan NasDem memperoleh nomor urut 1 dan Paslon DR. H. Sanwasi., M.M.P dan Drs. H. Moch. Taufan Ansyar berikut Partai Pengusung Golkar, PPP dan Demokrat memperoleh nomor urut 3.

Dalam acara tersebut, ketiga paslon membacakan deklarasi kampanye damai dengan dibimbing Ketua KPU Majalengka Supriatna dan menandatangani kesepakatan damai dengan diikuti Forum Kominda dan Bupati Majalengka, Ketua KPU dan Ketua Panwaslu Majalengka dan pelepasan 500 merpati.

Menurut Komisioner KPU Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Dr. H. Diding Bajuri, MM setelah Prosesi Penandatangan Deklarasi Kampanye Damai akan dilanjutkan dengan konvoi ketiga Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Majalengka dengan Route dimulai dari GGM Majalengka menuju Bunderan Cigasong, kemudian memutar kembali ke arah barat menuju Bunderan Kadipaten dan kembali menuju GGM Majalengka.

“Bersama Kita Menuju Pilkada Majalengka Ceria Cerdas Edukatif Rasional Integritas dan Akuntabel,” ujar Diding Bajuri.

Bupati Majalengka Sutrisno berpesan, mudah-mudahan rakyat tidak salah memilih dan ketiga pasangan ini harus mampu dikenal rakyatnya.

Kampanye damai ini diawali secara serentak di seluruh Indonesia, tentunya buat rakyat dan proses politik ini harus membuat rakyat bahagia.

“Oleh karena itu, bagi ketiga paslon taati peraturan KPU dan taati titik -titik kampanye yang telah ditentukan, agar pilkada berjalan damai dan kondusif,” pesan Sutrisno.

BACA JUGA:   Pakai Sarung, Acep Purnama Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri di Kuningan

Sutrisno juga berpesan agar menghindari money politic dan politisasi SARA. /abduh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed