oleh

Kembangkan Ekosistem Seni dan Budaya, Pegiat Seni se-Pabedilan Bentuk Dewan Kesenian Kecamatan

Citrust.id – Bertolak dari rasa kepedulian terhadap seni dan budaya, sejumlah pegiat seni se-kecamatan Pabedilan berkumpul guna merumuskan pembentukan Dewan Kesenian Kecamatan (DKK), Selasa (4/8).

Perkumpulan yang dilakukan di kediaman salah seorang pegiat seni asal Pabedilan, Hendra Iskandar, bertujuan untuk merumuskan wadah yang berfungsi untuk memfasilitasi perkembangan seni dan budaya di Pabedilan.

Dalam perkumpulan tersebut, ia menyampaikan bahwa Kecamatan Pabedilan, yang merupakan salah satu kecamatan yang berada di wilayah pesisir timur Cirebon, memiliki khazanah seni dan budaya yang melimpah.

“Keberadaan wadah seperti salah satunya Dewan Kesenian Kecamatan sangat dibutuhkan. Dengan adanya wadah tersebut, pegiat seni dan budaya di Pabedilan akan memiliki ruang bersama untuk saling berjejaring, berkontribusi dan mengembangkan ekosistem seni di Pabedilan,” terang pria yang berprofesi sebagai guru di SMP 1 Pabedilan ini.

Ada banyak faktor yang mendukung terbentuknya Ekosistem seni dan budaya yang sehat, beberapa diantaranya adalah kesejahteraan seniman, ruang dan akses berkarya, kebijakan pemerintah dan tentunya kepedulian dari masyarakatnya sendiri.

“Sejauh yang saya tahu, belum ada wadah yang secara legal formal mengurusi seni dan budaya di Pabedilan. Sehingga segala ikhtiar pengembangan budaya yang berskala kebijakan yang diupayakan pemerintah tidak terserap di level masyarakat desa atau adat,” papar salah seorang pemrakarsa DKK, Agoest Purnomo.

Padahal, ia melanjutkan, berbicara tentang seni dan budaya, ritus, petilasan, dan apa-apa yang dianggap penting dari setiap perbincangan kebudayaan nusantara, mustahil dilepaskan dari aktivitas sosial masyarakat yang secara organik hidup dan menghidupinya.

“Perlu adanya wadah untuk memfasilitasi. Memenuhi segala keterbatasan ruang, informasi dan administrasi mereka sebagai pelaku seni dan budaya. Dalam konteks ini semua, kami berharap Dewan Kesenian Kecamatan bisa difungsikan sebagai motor penggerak ekosistem seni di level pedesaan,” pungkasnya. (Rls)

BACA JUGA:   Di Depan Balaikota Cirebon, Mahasiswa Ingatkan Sejumlah Pelanggaran HAM

Komentar

News Feed