oleh

Kasus Kereta Tabrak Mobil di Pabedilan Ditangani Satreskrim Polres Cirebon

Cirebontrust.com – Kasus kecelakaan maut antara minibus dan kereta api Tegal Bahari jurusan Tegal-Jakarta yang terjadi di jalur perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Pabedilan Kaler, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon ditangani Sat Reskrim Polres Cirebon.

Diketahui kasus kecelakaan maut mobil Honda Mobilio Hitam yang dikendarai oleh Rifal (25) tersebut terjadi pada Jumat (06/10) sekitar pukul 18.00 WIB.

Kapolres Cirebon AKBP. Risto Samodra, melalui Kasat Reskrim Polres Cirebon AKP. Reza Arifian mengatakan, kronologis kecelakaan maut tersebut terjadi saat Kereta api Tegal Bahari KM 65 Relasi Tegal- Gambir melaju dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta.

Namun sesampainya di KM 193 + 3/4 KM, secaraa bersamaan datang Honda Mobilio bernopol E-1068-MI, warna Hitam, yang dikemudikan oleh Rifal (25) yang melintas dari Utara ke arah Selatan. Akibatnya tabrakan pun tidak bisa dihindarkan, sehngga kendaraan Honda Mobilio tersebut terseret sampai ke KM 194.

“Akibat kejadian tersebut, penumpang Mobilio yang bernama Meli Santika (16) warga Desa Cikakak Kecamatan Banjar Harjo, Kabupaten Brebes Jawa Tengah meninggal dunia di RSUD Waled. Sedangkan pengemudi Honda Mobilio Rifal (25) warga Dusun Marga Mulya RT 07/02 Desa Pabedilan Kaler, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon mengalami Luka Berat dan sekarang sedang dalam perawatan di RSUD Waled,” katanya.

Sementara itu Kanit Lakalantas Polres Cirebon, IPTU Endang Kusnandar mengatakan untuk kejadian lakalantas maut tersebut sepenuhnya ditangani oleh Sat Reskrim Polres Cirebon, karena saat terjadi kecelakaan Mobil tersebut berada di jalur Khusus Kereta Api yang sudah diatur oleh Undang -Undang.

“Kalo pada umumnya Lakalantas itu hanya menangani kecelakaan yang berada di jalan raya, tapi karena ini TKPnya ada di jalur khusus kereta api yang sudah di atur oleh undang-undang, sehingga kita sepenuhnya menyerahkan ke Sat Reskim Polres Cirebon untuk melakukan pendalaman, apakah ada tindak pidana sabotase maupun murni karena kelalaian,” ujarnya. (Johan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed