oleh

JNE dan Wahyoo Bagikan Makanan Gratis untuk Warga Terdampak Covid-19

Citrust.id – Pandemi Covid-19bmemberikan dampak yang signifikan di berbagai sektor industri. Mulai dari pengurangan karyawan, menurunnya perekonomian masyarakat, sampai penutupan usaha kecil menengah, termasuk warung makan.

Tidak terkecuali warung makan mitra Wahyoo. Perusahaan rintisan itu tercatat mengalami penurunan pelanggan, bahkan harus tutup, akibat dampak Covid-19.

Sigap terhadap kondisi tersebut, Wahyoo bekerja sama dengan JNE melalui program #RantangHatiJNE membagikan nasi bungkus kepada 25.400 masyarakat yang terkena dampak Covid-19 di Jakarta. Program itu memberdayakan mitra warung makan supaya usaha mereka dapat berlanjut.

Program #RantangHatiJNE mengangkat tema Makan Gratis untuk Semua, membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 pada masa transisi PSBB. Banyak masyarakat di Jakarta yang kehilangan pekerjaan dan mengalami permasalahan pendapatan.

Wahyoo dan JNE tergerak untuk menggalang program pembagian makanan gratis selama 10 hari berturut-turut, mulai 1 hingga 10 Juli 2020. Program itu bertepatan dengan ulang tahun Jakarta ke-493.

Presiden Direktur JNE, M.Feriadi, mengatakan, upaya memerangi dampak Covid-19 harus dilakukan dengan kerja sama dan gotong royong. Sebelumnya, JNE mendukung pemerintah DKI Jakarta dan Jawa Barat serta pihak-pihak lainnya.

Kali ini, JNE berkolaborasi bersama Wahyoo. Bukan hanya sebatas membantu memberi bantuan pangan untuk masyarakat yang terdampak pandemi, tapi juga diharapkan bermanfaat bagi mitra-mitra Wahyoo sebagai penyedia bantuan pangan yang dibagikan.

“Tentunya, langkah ini dijalankan dengan penuh pertimbangan maksimal agar dapat memberikan hasil terbaik dalam semangat #ConnectingHappiness bagi masyarakat. Dengan bersinergi, maka JNE optimis semangat “IndonesiaPastiSehat” dapat terwujud dan memberi manfaat dan dampak positif yang luas,” ungkap Feriadi, Jumat (11/7).

Hal senada diungkapkan Peter Shearer, Founder dan CEO Wahyoo Group. Dikatakan Peter, dari data yang mereka terima, Covid-19 menjadikan hampir 50 persen mitra mereka mengalami penurunan pendapatan.

BACA JUGA:   Kembangkan Ekosistem Seni dan Budaya, Pegiat Seni se-Pabedilan Bentuk Dewan Kesenian Kecamatan

Salah satu alasannya, mereka memiliki warung di sekitar perkantoran. Saat orang kerja dari rumah atau Work From Home (WFH), perkantoran pun tutup. Sehingga tidak ada yang membeli makanan di warung mereka.

“Hal itu membuat kami memiliki inisiasi membuat program #RantangHati yang bekerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya JNE. Program ini untuk meringankan beban masyarakat yang terkena dampak Covid-19 sekaligus membantu mitra kami supaya dapurnya tetap ngebul dan berjualan Kembali,” jelas Peter. (Haris)

Komentar

News Feed