oleh

Ini Pesan Pasien Hemodialisis tentang Pentingnya Rutin Bayar Iuran

Citrust.id – Slamet Wahidi, (57 tahun), warga Kelurahan Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon merupakan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat segmentasi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah daerah.

Slamet Wahidi merasa sangat beruntung telah didaftarkan dalam kepesertaan Program JKN-KIS yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ia telah merasakan manfaat langsung dari Program JKN-KIS.

“Dapat kartu JKN-KIS ini dari Dinas Kesehatan pada tahun 2014. Saya tidak pernah pakai kartu ini. Sekalinya pakai pada September 2018 di Rumah Sakit Pelabuhan. Kata dokter waktu itu saya harus cuci darah” ungkapnya, Jumat (31/5/2019).

Cuci darah atau Hemodialisis (HD) menjadi prosedur khusus bagi para pasien gagal ginjal dengan menggunakan mesin dialisis. Setiap kali melakukan cuci darah, diperlukan biaya yang tidak sedikit.

Untuk satu kali menjalani cuci darah, pasien gagal ginjal dapat mengeluarkan biaya pelayanan Rp850 ribu hingga Rp1 juta. Biaya tersebut belum termasuk biaya lainnya apabila memerlukan obat-obatan tambahan atau perawatan tambahan lain rumah sakit.

Pasien gagal ginjal merasa khawatir akan biaya besar yang mungkin dikeluarkan. Akan tetapi, kekhawatiran tersebut tidaklah dirasakan oleh Slamet Wahidi. Seluruh biaya hemodialisis Slamet Wahidi ditanggung sepenuhnya oleh Program JKN-KIS.

“Cuci darah dilakukan seminggu dua kali, Rabu dan Sabtu. Di sini, dokter dan perawatnya baik semua, tidak ada keluhan. Pokoknya puas dengan pelayanan yang diberikan. Kalau tidak ada JKN-KIS, Bapak bingung soal biayanya karena cuma jadi bengkel panggilan di pelabuhan,” jelasnya.

Slamet Wahidi berpesan kepada masyarakat untuk segera mendaftar dalam Program JKN-KIS dikarenakan program itu sangat bermanfaat.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada peserta JKN-KIS lainnya yang telah rutin membayar iuran. Iuran yang mereka bayarkan telah membantu peserta lain yang membutuhkan pelayanan.

BACA JUGA:   Pemkab Kuningan Siap Ikuti Porsenitas VIII di Brebes

“Di kampung, saya sering kasih tahu warga. Ini kan penting. Jangan ketika sedang butuh saja bayarnya. Jangan sampai nunggak karena ini untuk keperluan kita sendiri,” katanya. /haris

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed