oleh

Imajinasi

Oleh DADANG KUSNANDAR*

SEBUAH penelitian yang dilakukan psikolog menyimpulkan salah satu unsur pembentuk kreativitas ialah imajinasi.
Diktum konvensional mengatakan, “Imagination rules the world”. Imajinasi menguasai dunia.

Begitu pentingkah imajinasi dalam kehidupan dan peradaban manusia? Seberapa yakinkah kita pada kekuatan imajinasi? Lalu apa dan bagaimana imajinasi menguasai dan mengubah dunia?

Pertanyaan-pertanyaan lain seputar imajinasi menempatkan betapa penting unsur pembentuk kreativitas itu. Kabarnya sang jenius Albert Einstein tidak tergolong siswa cerdas saat sekolah. Namun imajinasinya menerawang lintas batas hingga menemukan teori relativitas. Begitu pula penemuan kapal selam terinspirasi cerita pendek Mark Twain. Bahkan Dwight bersaudara terinspirasi seekor capung saat terbang sebelum menemukan mesin pesawat terbang. Lebih lama dari itu mitologi Yunani tentang Icarus yang berusaha terbang dengan dua sayap lilin di kiri kanan punggungnya, merupakan imajinasi luar biasa yang berakibat pada penemuan teknologi pesawat.

Setiap kita sadar bahwa imajinasi merupakan aset dasar yang diberikan Tuhan. Persoalannya terletak pada kemampuan mengolah imajinasi itu menjadi sebuah kreativitas.

Meramu imajinasi menjadi kreativitas pun dapat dikaitkan dengan Pilkada 2018. Pemilih berharap para balon kepala daerah tidak sekadar berpijak kekuatan finansial. Terlebih manakala kekuatan finansial itu difungsikan untuk membeli suara pemilih. Akan tetapi kekuatan imajinasi jauh lebih penting dari kekuatan apa pun.

Imajinasi membangun kota/ kabupaten (mau tidak mau) harus terbangun di alam kreativitas sang bakal calon kepala daerah. Kota/ kabupaten dengan segala masalah krusialnya memerlukan kekuatan imajinasi kepala daerah agar tidak melulu terjebak pada kemacetan lalu lintas atau saluran drainase yang buruk.

Kepala daerah mendatang diharapkan mampu menyelesaikan persoalan mendasar yang dibutuhkan masyarakatnya. Jika tidak mampu maka berapa puluh kali pemilihan kepala daerah digelar berpuluh kali pula pilkada hanya dipandang sebagai kegiatan politik. Sebaiknyalah para calon kepala daerah memfungsikan imajinasi secara optimal sehingga kreativitas pembangunan kota/ kabupaten terealisasi pada pemerintahannya kelak.

BACA JUGA:   Penetapan Balon Kades Bojong Sempat Ricuh

Sekali lagi, “Imagination rules the worlds”.

*Kolomnis, tinggal di Cirebon.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed