oleh

Hari Santri Nasional 2017

Oleh Dadang Kusnandar*)

MAKIN banyak penawaran makin hati-hati memilih. Makin banyak produk jasa pendidikan makin hati-hati pula menentukan pilihan. Berkaitan dengannya jasa pendidikan kerap dirujuk sebagai parameter sukses/ tidaknya masa depan seseorang.

Seorang pengemudi angkot GS Cirebon berturur kepada saya, “Di kampung saya ada pesantren gratis. Tapi sedikit santrinya. Sedangkan di kampung sebelah ada pesantren yang uang pangkalnya Rp 25 juta tapi santrinya banyak”.

Kenapa pesantren gratis tidak laku? Adakah yang salah kelola sehingga calon santri menjauh? Sebaliknya kenapa pesantren berbiaya mahal malah banjir santri?

Setiap kita punya jawaban masing-masing atas paradoks di atas. Mungkin sistem pendidikan, sarana prasarana, atau gengsi. Yang jelas jasa pendidikan pesantren punya dinamikanya sendiri.

Membicangkan santri adalah membincangkan Indonesia. Betapa kini keluarga kelas menengah mempunyai kecenderungan menyekolahkan putra-putrinya ke pesantren. Ada yang hendak menjadi hafidz qur’an, sehingga mudah memilih perguruan tinggi bergengsi di Indonesia dan di Timur Tengah/ Afrika Utara. Setidaknya menjadi santri di pesantren menguatkan dinding keagamaan sang anak.

Membicarakan santri tak lain ialah memotret kesungguhan anak-anak usia produktif mempelajari kitab-kitab klasik tanpa harakat beraksara Arab. Dan sejalan dengan itu kemampuan berbahasa serta memaknai teks, merupakan berkah atas pendidikan di pesantren.

Kecenderungan kelas menengah menyekolahkan putra-putrinya di pesantren juga berangkat dari niat pelestarian nilai agama di dalam keluarga. Manakala kedua orang tua sibuk dengan dunianya sendiri sementara nilai Islam Nusantara harus tetap ditanamkan, maka diutuslah sang anak menempuh pendidikan di pesantren. Selmat Hari Santri Nasional 22 Oktober.@

*) Penulis lepas, tinggal di Cirebon

BACA JUGA:   Pemda Kota Cirebon Raih Penghargaan Swasti Saba Wistara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed