Gotong Royong, Pondasi Peradaban dan Pertumbuhan Global

Oleh: Alan Barok (Pegiat pemilu)

Pendahuluan
Dalam memperingati Hari Lahir Pancasila, kita diingatkan akan nilai-nilai luhur yang menjadi dasar berbangsa dan bernegara Indonesia. Namun, kondisi politik saat ini menghadapi berbagai permasalahan yang menghambat peradaban dan pertumbuhan global negara kita.

Kondisi Politik Indonesia Saat ini
Kondisi politik Indonesia saat ini diwarnai oleh polarisasi, ketidakharmonisan, dan rivalitas politik yang berkepanjangan. Pergulatan kepentingan elit politik seringkali menghalangi kepentingan rakyat dan mengakibatkan kebuntuan dalam pembangunan negara. Selain itu, korupsi, kolusi, dan nepotisme masih menjadi masalah serius yang menghambat pertumbuhan dan pembangunan yang berkelanjutan.

Solusi Gotong Royong dalam Membangun Peradaban
a. Kesadaran dan Semangat Gotong Royong

Untuk mengatasi permasalahan politik, kita perlu menghidupkan kembali semangat gotong royong yang telah menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Kesadaran akan pentingnya gotong royong dalam membentuk peradaban yang maju harus ditanamkan dalam setiap individu. Gotong royong bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga setiap warga negara.

b. Membangun Kebiasaan Konsensus

Gotong royong membutuhkan kebiasaan mencapai konsensus sebagai landasan dalam pengambilan keputusan. Pemimpin politik, partai politik, dan masyarakat sipil harus belajar untuk saling mendengarkan, menghargai pendapat, dan mencari titik temu yang menguntungkan semua pihak. Dalam suasana yang penuh saling pengertian, solusi-solusi yang baik dapat ditemukan untuk kepentingan bersama.

c. Mendorong Partisipasi Publik

Gotong royong tidak dapat berjalan tanpa partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah perlu menciptakan iklim yang kondusif untuk partisipasi publik, memberikan ruang bagi rakyat untuk berperan serta dalam pembangunan negara. Selain itu, diperlukan transparansi dalam proses pengambilan kebijakan dan akuntabilitas yang tinggi untuk mencegah praktik korupsi.

d. Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat

Pendidikan menjadi kunci utama dalam memperkuat nilai-nilai gotong royong. Dalam kurikulum pendidikan, penting untuk mengajarkan nilai-nilai moral, kerja sama, dan kepedulian sosial. Selain itu, pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan, akses ke pekerjaan, dan penguatan ekonomi akan membantu menciptakan masyarakat yang tangguh dan mampu berkontribusi dalam pembangunan negara.

Kesimpulan
Dalam menghadapi permasalahan politik Indonesia saat ini, solusi gotong royong menjadi pondasi yang kuat dalam membangun peradaban yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui kesadaran dan semangat gotong royong, kebiasaan konsensus, partisipasi publik yang aktif, serta pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, kita dapat mengatasi permasalahan dan memajukan bangsa ini.

Dalam menyambut Hari Lahir Pancasila, mari kita kembali merangkul nilai-nilai Pancasila dan menerapkan semangat gotong royong dalam setiap aspek kehidupan. Dengan mengedepankan persatuan, keadilan, dan kesejahteraan bersama, kita dapat membawa Indonesia menuju peradaban yang bermartabat dan berkontribusi positif dalam pertumbuhan global. Gotong royong bukanlah hanya slogan, tetapi komitmen nyata untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi kita semua. (*)

Komentar