oleh

Elemen Masyarakat Dukung Wali Kota Cirebon Cerdaskan Anak Bangsa

Citrust.id – Elemen Masyarakat Cirebon menggelar aksi solidaritas untuk mengawal pengembangan pendidikan di Kota Cirebon, Kamis (14/10). Aksi itu diikuti sedikitnya 26 elemen masyarakat.

Mereka terdiri dari GMBI Kota Cirebon, LSM Gapura, LSM Penjara, Laskar Merah Putih, Kaukus Muda, LSM BAR, Al Jabar, Lakri, AMX, GMK, GIBAS, GRIB, AKM, Manggala Garuda Putih, Cakra Lang Buana, PBB, GATSU AMX, GM FKPPI, CIB, GATSU AMX, LMPI, BARET, RBNI, Forum Kebangsaan, Aliansi Pemuda Peduli Bangsa, LKBH Bibit, dan KBH. Mereka ikut menolak aksi balasan GMBI Cirebon Raya.

Qorib Magelung Sakti dari LKBH Bibit mengatakan, pihaknya mendukung kekondusifan Kota Cirebon dan peduli terhadap pengembangan pendidikan.

“Kami di sini bukan untuk mengacaukan Kota Cirebon, tetapi untuk mengamankan Kota Cirebon dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, saya mengajak kawan-kawan jangan sampai ada yang terprovokasi,” tegas Qorib.

Di tempat yang sama, Reno Sukrisno dari Kaukus Muda menegaskan, sampai kapan pun, Kota Cirebon harus kondusif. Kekondisifan Kota Cirebon bukan saja menjadi tanggung jawab Pemkot Cirebon dan aparat hukum, tetapi juga menjadi tanggung jawab Elemen Masyarakat Kota Cirebon.

“Maka, kawan-kawan harus sepakat, yang berdiri dan berhadap-hadapan di sini bukan merupakan sesuatu yang naif, tetapi untuk menjaga kekondusifan. Siapapun, baik secara individu maupun organisasi, yang ingin merusaka tatanan kekondusifan Kota Cirebon, maka mereka harus siap berhadapan dengan kami semuanya yang tergabung dalam Elemen Masyarakat,” seru Reno.

Ia melanjutkan, pihaknya dari Elemen Masyarakat Kota Cirebon mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon dan aparat penegak hukum. Selama dua tahun ruang gerak terkungkung oleh pendemi Covid-19, berkat kerja keras Pemkot Cirebon, aparat penegak hukun, dan masyarakat, akhirnya Kota Cirebon telah turun ke level 2.

“Level 2 di Kota Cirebon berdampak baik terhadap perekonomian, terutama pendidikan. Tidak lagi menjalani pembelajaran jarak jauh. Sebagian sudah melakukan pembelajaran tatap muka,” katanya.

Aksi itu, tambah Reno, dalam rangka mendukung pengembangan proses pendidikan di Kota Cirebon. Ia menyayangkan, ada sekelompok orang yang mencoba merusak dan mengganggu proses pengembangan pendidikan di Kota Cirebon dengan berbagai macam fitnah.

“Maka, apa yang akan kita lakukan kawan-kawan? Sikat dan tidak akan mundur satu langkah pun,” tegas Reno.

Seruan elemen masyarakat tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis. Wali Kota bahkan mendatangi massa elemen masyarakat walaupun di tengah terik matahari.

Di hadapan Wali Kota, Reno mewakili elemen masyarakat Kota Cirebon mendeklarasuka untuk mendukung pemerintah dalam hal pengembangan proses pendidikan di Kota Cirebon.

Menanggapi deklarasi tersebut, Azis mengatakan, ia mendukung deklarasi. Pihaknya terus berupaya untuk memajukan dunia pendidikan di Kota Cirebon.

“Harus terus kita kawal dengan hati yang damai. Insyallah, tidak akan menimbulkan permasalah bagi pemerintah. Pada hakikatnya, apa yang dilakukan oleh pemerintah semata-mata untuk meningkatkan dunia pendidikan di Kota Cirebon,” ucapnya.

Oleh karena itu, Azis meminta masyarakat yang mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan dunia pendidikan, agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak manapun.

“Perjuangan kita jangan dinodai dengan hal-hal yang tidak kita inginkan. Setiap orang boleh menyampaikan pendapat. Namun, kebenaran itu akan terwujud melalui proses,” pungkas Azis. (Haris)

Komentar

News Feed