Dishub Kota Cirebon Siapkan Rekayasa Arus Sukalila dan Karanggetas

  • Bagikan
Dishub Kota Cirebon Siapkan Rekayasa Arus Sukalila dan Karanggetas
Dishub Kota Cirebon Siapkan Rekayasa Arus Sukalila dan Karanggetas. (Haris/Citrust.id)

Citrust.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon tengah mengkaji rekayasa lalu lintas di kawasan Karanggetas dan Sukalilah sebagai upaya mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di pusat perniagaan Kota Cirebon, khususnya di depan Asia dan Surya Toserba.

Rekayasa tersebut diharapkan mampu memecah beban arus kendaraan sekaligus mengurangi titik persilangan yang menjadi penyebab kepadatan lalu lintas.

Kepala Dishub Kota Cirebon, Gunawan, mengatakan rekayasa lalu lintas itu merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Cirebon untuk mengurangi beban kendaraan yang selama ini bertumpu di kawasan depan Asia dan Surya Toserba.

“Sesuai arahan Pak Wali, untuk memecah beban arus jalan Karanggetas, di depan Asia dan Surya Toserba, kami akan membuat rekayasa lalu lintas,” kata Gunawan, Jumat (24/7/2026).

Menurut Gunawan, selama ini beban lalu lintas di kawasan tersebut cukup tinggi karena kendaraan dari berbagai arah bertemu pada satu titik. Selain tingginya volume kendaraan, kemacetan juga dipicu banyaknya angkutan kota (angkot) yang berhenti sembarangan pada siang hingga sore hari.

Ia menjelaskan, konsep rekayasa yang telah disusun meliputi perubahan arah arus lalu lintas di kawasan Sukalila. Dalam rencana tersebut, arus kendaraan di Jalan Sukalila Selatan yang semula satu arah dari Jalan Tentara Pelajar dan Jalan KS Tubun menuju Jalan Karanggetas akan dibalik.

Sementara itu, kendaraan dari Jalan Tentara Pelajar dan Jalan KS Tubun yang hendak menuju Jalan Karanggetas akan diarahkan melalui jalur lain di Sukalilah Utara.

“Jadi nanti tidak semua kendaraan masuk ke Karanggetas, ada yang masuk ke jalan Sukalila Selatan karena one way-nya akan dibalik,” sebut Gunawan.

Selain itu, Dishub juga mengkaji perubahan arus di Jalan Sukalila Utara. Jika sebelumnya kendaraan bergerak dari simpang tiga KS Tubun menuju simpang empat jembatan Kali Baru atau Jalan Siliwangi, nantinya kendaraan akan melintas dari simpang empat Jembatan Kali Baru menuju KS Tubun.

BACA JUGA:  Komunitas Predator Kembangkan Markisa Ungu

Menurut Gunawan, perubahan tersebut bertujuan mengurangi konflik persilangan kendaraan di simpang empat Jembatan Sukalila-Kali Baru maupun simpang tiga KS Tubun. Dengan berkurangnya titik persilangan, distribusi arus kendaraan diharapkan lebih merata sehingga kemacetan dapat ditekan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

“Namun sementara ini, untuk Sukalila Utara rencana untuk angkot saja,” jelas Gunawan.

Dishub memastikan rekayasa arus tersebut tidak mengubah trayek angkutan kota. Seluruh angkot tetap melintasi kawasan Sukalila Utara dengan menyesuaikan pola arus yang baru sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Gunawan menambahkan, konsep perubahan arus lalu lintas itu masih dalam tahap kajian teknis dan akan dipresentasikan terlebih dahulu di hadapan Forum Lalu Lintas sebelum disosialisasikan kepada masyarakat.

“Sampai saat ini semuanya masih dalam tahap kajian dan pembahasan teknis. Kami menargetkan rekayasa arus lalu lintas ini dapat diterapkan sekitar September hingga Oktober 2026 apabila seluruh persiapan telah selesai,” ujarnya.

Selain penataan lalu lintas di kawasan Sukalila dan Karanggetas, Dishub Kota Cirebon juga menyiapkan kajian lanjutan untuk penataan arus kendaraan di koridor Pekiringan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kelancaran mobilitas kendaraan di kawasan pusat Kota Cirebon. (Haris)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *