Karhutla Majalengka Meluas, BPBD Catat 12 Kebakaran dalam 10 Hari

  • Bagikan
Karhutla Majalengka Meluas, BPBD Catat 12 Kebakaran dalam 10 Hari
Karhutla Majalengka meluas, BPBD catat 12 kebakaran dalam 10 hari. (ist)

 

Citrust.id – Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Majalengka mengalami peningkatan selama musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka mencatat sebanyak 12 kejadian karhutla terjadi pada periode 12 hingga 21 Juli 2026 dengan total lahan terdampak mencapai 10,85 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Data rekapitulasi penanganan bencana BPBD Kabupaten Majalengka menunjukkan kebakaran hutan dan lahan dipicu kondisi cuaca kering yang disertai angin kencang. Situasi tersebut membuat api lebih cepat merambat, terutama di kawasan semak belukar, kebun, serta lahan kritis di wilayah perbukitan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, mengatakan pihaknya terus mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama unsur lintas instansi untuk mengendalikan kebakaran agar tidak meluas ke kawasan permukiman.

“Dari data rekapitulasi penanganan bencana, akumulasi luas lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan sudah mencapai 10,85 hektare. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, pemerintah desa, dan relawan terus bergerak cepat melakukan pemadaman serta asesmen di lokasi agar api tidak meluas ke kawasan permukiman,” ujar Agus Tamim, Kamis (23/7/2026).

Berdasarkan data BPBD, Kecamatan Cigasong menjadi salah satu wilayah dengan kejadian terbanyak. Di Desa Baribis tercatat tiga kejadian kebakaran dengan total luas sekitar 4,02 hektare, sedangkan di Desa Kawunghilir kebakaran menghanguskan lahan seluas 1 hektare.

Di Kecamatan Kasokandel, kebakaran terjadi di Desa Wanajaya dengan luas sekitar 2 hektare. Sementara itu, tiga kejadian lainnya terjadi di Desa Girimukti dengan total lahan terdampak sekitar 0,22 hektare.

Karhutla juga melanda Kecamatan Kadipaten, tepatnya di Desa Kadipaten dengan luas sekitar 2 hektare. Di Kecamatan Majalengka, kebakaran terjadi di Kelurahan Majalengka Wetan seluas 1,5 hektare dan Desa Babakanjawa sekitar 0,06 hektare.

BACA JUGA:  M Lutfi: CSI Diduga Langgar UU Nomor 21 Tahun 2008 Perbankan Syariah

Adapun di Kecamatan Sindang, kebakaran tercatat terjadi di Desa Gunungkuning dengan luas sekitar 0,05 hektare. Seluruh lokasi terdampak telah dilakukan pemadaman, pendinginan, dan asesmen oleh petugas gabungan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Menghadapi puncak musim kemarau, BPBD Kabupaten Majalengka mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah maupun jerami di sekitar vegetasi kering, serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di sembarang tempat.

Selain itu, pemilik lahan perkebunan dianjurkan membuat sekat bakar sebagai langkah antisipasi agar api tidak mudah merambat ke area yang lebih luas. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap kepada pemerintah desa, kecamatan, petugas Pemadam Kebakaran, atau menghubungi Call Center BPBD Kabupaten Majalengka di (0233) 283044 maupun layanan kedaruratan 112.

Agus Tamim menegaskan personel BPBD tetap disiagakan selama 24 jam untuk memantau potensi titik panas (hotspot) dan memberikan respons cepat terhadap setiap laporan kebakaran. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan selama musim kemarau masih berlangsung. (Abduh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *