FK UGJ Siapkan Laboratorium Stem Cell untuk Pengembangan Riset Kedokteran

  • Bagikan
FK UGJ Siapkan Laboratorium Stem Cell untuk Pengembangan Riset Kedokteran
FK UGJ siapkan laboratorium stem cell untuk pengembangan riset kedokteran. (Foto: UGJ)

Citrust.id – Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) untuk Tahun Akademik 2026/2027 resmi dibuka dengan kuota maksimal 200 mahasiswa baru. Selain menawarkan dua jalur seleksi dan berbagai program beasiswa, FK UGJ juga terus memperkuat kualitas pendidikan dan penelitian melalui pengembangan laboratorium riset stem cell, rumah sakit pendidikan, hingga penyesuaian kurikulum dengan perkembangan teknologi kesehatan modern.

Dekan Fakultas Kedokteran UGJ, Dr. dr. H. Catur Setiya Sulistiyana, M.Med.Ed.,M.M mengatakan proses penerimaan mahasiswa baru tahun ini dibagi dalam tiga gelombang. Masing-masing gelombang terdiri atas tiga tahap seleksi, adapun mekanismenya bisa melalui jalur reguler maupun ODS (One Day Service) artinya test dan pengumuman dalam 1×24 jam.

“FK UGJ pada Tahun Akademik 2026/2027 memiliki tiga gelombang penerimaan dan setiap gelombang terdiri atas tiga tahap,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kuota mahasiswa baru tahun ini mengikuti ketentuan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) sebelumnya, yakni maksimal 220 mahasiswa. Penentuan kelulusan dilakukan melalui Tes Potensi Akademik, psikotes, serta pemeriksaan kesehatan dan wawancara.

Dekan Fakultas Kedokteran UGJ, Dr. dr. H. Catur Setiya Sulistiyana, M.Med.Ed.,M.M
Dekan Fakultas Kedokteran UGJ, Dr. dr. H. Catur Setiya Sulistiyana, M.Med.Ed.,M.M. (Foto: ist)

FK UGJ membuka dua jalur penerimaan, yaitu jalur reguler dan jalur prestasi. Jalur prestasi diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki capaian akademik maupun non akademik.

Untuk prestasi akademik, calon mahasiswa harus memiliki nilai di atas 8 pada mata pelajaran Fisika, Bahasa Inggris, Kimia, Biologi, dan Matematika selama kelas X hingga XII. Sementara itu, jalur prestasi nonakademik diperuntukkan bagi peraih prestasi tingkat nasional, seperti juara olimpiade, lomba cerdas cermat, maupun olahraga.

“Peserta jalur prestasi tidak perlu mengikuti Tes Potensi Akademik, tetapi tetap wajib mengikuti psikotes dan wawancara,” kata Catur.

FK UGJ juga menyediakan berbagai program beasiswa. Bantuan tersebut meliputi potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari internal fakultas maupun beasiswa dari lembaga eksternal, seperti Beasiswa Djarum dll.

BACA JUGA:  UGJ Dapat Tiga Kado Istimewa pada Wisuda Januari 2023

Dari sisi sumber daya manusia, Catur menyebut FK UGJ diperkuat oleh dosen berkualifikasi magister dan doktor. Pada 2026 ini, sebanyak 10 dosen dijadwalkan meraih gelar doktor dari sejumlah perguruan tinggi ternama, di antaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Diponegoro (Undip).

Selain itu, laboratorium pembelajaran FK UGJ telah memenuhi standar nasional. Kampus juga memiliki laboratorium riset yang sedang dikembangkan untuk penelitian dan pengembangan stem cell.

“Insyaallah tahun ini laboratorium riset FK UGJ sudah memiliki fasilitas untuk pengembangan stem cell. Doakan FK UGJ bisa maju dalam pengembangan stem cell di wilayah Cirebon dan Jawa Barat,” tuturnya.

Untuk mendukung pendidikan profesi dokter, FK UGJ telah memiliki Rumah Sakit Pendidikan Utama Waled serta sejumlah rumah sakit jejaring, di antaranya RS Pasar Minggu, RSUD Gunung Jati, RS 45 Kuningan, RSJD dr. Amino Gondohutomo Semarang, dan Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.

Catur juga mengungkapkan, Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) belum lama ini telah mengakuisisi Rumah Sakit Pasar Minggu. Rumah sakit tersebut diproyeksikan akan menjadi rumah sakit pendidikan bagi mahasiswa tahap profesi FK UGJ.

Dalam pengembangan kurikulum, FK UGJ mulai mengarahkan pembelajaran pada pemanfaatan teknologi kesehatan, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan telemedicine.

“Kami terus berupaya agar mahasiswa memiliki keterampilan di bidang teknologi kesehatan seperti AI dan telemedicine. Selain itu, mahasiswa juga dibekali kemampuan mencari literatur ilmiah dan jurnal untuk mendukung penelitian,” ujarnya.

Untuk menjaga mutu pendidikan, FK UGJ memiliki Unit Penjaminan Mutu yang secara rutin melakukan evaluasi terhadap proses akademik maupun nonakademik. Masukan dari mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan menjadi bahan perbaikan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Ratusan Pramuka Penegak dan Pandega Ikuti Latihan Gabungan

Catur menambahkan, prospek lulusan FK UGJ sangat baik. Menurutnya, hampir seluruh lulusan dapat langsung bekerja hanya dalam hitungan minggu setelah menyelesaikan proses pendidikan di FK UGJ.

“Lulusan FK UGJ hampir 100 persen langsung masuk ke dunia kerja. Mereka bekerja di puskesmas, rumah sakit, klinik, dan sebagian telah melanjutkan pendidikan dokter spesialis di berbagai pusat pendidikan di Indonesia,” katanya.

FK UGJ saat ini juga mengantongi akreditasi Unggul dengan masa berlaku hingga 2030. Ke depan, fakultas akan terus menjaga kualitas lulusan, meningkatkan kompetensi dosen, memperkuat riset, serta mengembangkan pusat penelitian stem cell agar menjadi salah satu rujukan di Indonesia, khususnya wilayah Cirebon dan sekitarnya.

“Kami akan terus menjaga kualitas lulusan, meningkatkan kinerja dan kompetensi dosen, dan mengembangkan laboratorium riset stem cell agar memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu kedokteran di Indonesia,” pungkas Catur Setiya Sulistiyana. (Haris)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *