MPLS Majalengka Berakhir, Bupati Tekankan Pendidikan Karakter

  • Bagikan
MPLS Majalengka Berakhir, Bupati Tekankan Pendidikan Karakter
MPLS Majalengka berakhir, Bupati tekankan pendidikan karakter. (ist)

Citrust.id – Pemerintah Kabupaten Majalengka menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, indah, dan ramah anak. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Majalengka, Eman Suherman, saat menutup Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 yang dirangkaikan dengan kegiatan Selasa Berseri dan Aksi Ekologi di Lapang Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi, Selasa (22/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) IX Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, unsur camat dan muspika, Kepala Desa Jatiwangi, serta ratusan pelajar dari Kecamatan Jatiwangi dan Palasah.

Dalam kesempatan itu, Bupati Eman Suherman menegaskan bahwa pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran menjaga kelestarian alam.

“Melalui kegiatan Selasa Berseri ini, kita tidak hanya sekadar membersihkan lingkungan sekitar secara rutin, tetapi juga membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan. Aksi ekologi ini adalah momentum penting bagi kita semua untuk terus menjaga keseimbangan alam demi masa depan generasi Kabupaten Majalengka yang lebih baik,” tegas Eman Suherman.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka yang dinilai berhasil membangun ekosistem pendidikan yang humanistis melalui pelaksanaan MPLS yang mengedepankan pembentukan karakter peserta didik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Umar Ma’ruf, memastikan pelaksanaan MPLS tahun 2026 berlangsung kondusif tanpa praktik senioritas maupun perpeloncoan. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan difokuskan pada proses adaptasi siswa baru sekaligus penguatan nilai-nilai karakter.

“MPLS dimanfaatkan sebagai ruang sosialisasi dan adaptasi bagi siswa baru untuk mengenalkan lingkungan sekolah, para guru, serta kakak kelas. Yang terutama adalah penguatan karakter melalui Deklarasi dan Ikrar Anti-Kekerasan, anti-kejahatan, anti-penyelewengan, bebas narkoba, hingga pencegahan kekerasan seksual,” ujar Muhamad Umar Ma’ruf.

BACA JUGA:  Dianpinrung 2025 di Majalengka, Ajang Latih Kepemimpinan Pramuka Siaga

Penutupan MPLS juga diisi dengan kegiatan Selasa Berseri dan Aksi Ekologi. Ratusan siswa turun langsung membersihkan lingkungan di sekitar Kecamatan Jatiwangi dan kawasan Lapang Alun-alun Sutawangi sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap budaya hidup bersih, peduli lingkungan, serta semangat menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan dapat menjadi karakter yang melekat pada setiap peserta didik sejak hari pertama mereka menempuh pendidikan. (Haris)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *