oleh

Dua Rumah Jebol Akibat Dahsyatnya Banjir, Warga Mulai Bersihkan Lumpur

Cirebontrust.com – Akibat bencana banjir bandang, dua rumah dan sebuah tembok pembatas kompleks perumahan di RT 003 RW 001, Blok Karanganyar, Desa Kanci, Kabupaten Cirebon ambruk diterjang luapan Sungai Cikanci, Rabu (15/02)‎ malam.

Selain itu, banjir yang dicap sebagai bencana terbesar dalam sejarah Desa Kanci itu memporak-porandakan seluruh wilayah desa tersebut.

Hampir sebagian jalan desa, khususnya yang berlokasi di pinggiran sungai tersebut rusak parah. Begitu juga dengan rumah-rumah warga, serta mengakibatkan tanggul penahan jembatan penghubung dua desa longsor.

Kondisi itu, hingga membuat sebuah warung yang berlokasi di tanggul tersebut hanyut terbawa arus banjir. Bahkan rumah milik Iis Komariah jebol di bagian dua ruang kamar dan satu ruang tamu.

Sementara itu rumah milik, Maryam jebol di bagian kamar, ruang tamu dan kamar mandi, serta seluruh tembok pembantas kompleks perumahan ambruk.

Menurut penuturan Iis, luapan air banjir dari Sungai Cikanci masuk ke pemukiman sekitar ba’da maghrib‎. Air deras langsung menerjang rumahnya yang berlokasi ditanggul sungai tersebut.

Melihat hal itu, suami Iis, Karso langsung berinisiarif mengevaluasi anaknya ke tempat aman.

Sementara dirinya ditinggal di rumah sendirian, sembari menahan pintu agar air tidak masuk ke rumahnya.  Namun, begitu derasnya arus banjir tersebut, Iis pun tak kuat menahan, ia terpental, dan terseret arus. Beruntung, ia masih bisa bertahan dengan memegangi pintu kamarnya.

‎Air pun semakin deras, hingga tembok rumahnya jebol. Iis semakin takut menjadi-jadi, lantaran khawatir rumahnya ambruk. Ia pun sambil bertahan memegangi pintu, berteriak meminta tolong.

Sementara itu, suaminya yang baru saja datang usai mengevakuasi anaknya, kaget dan langsung masuk ke rumah melawan terjangan banjir untuk menolong istrinya.

BACA JUGA:   Sopir Truk Kecewa Harga Pasir Naik

Tak berpikir panjang, Karso pun langsung menggapai sang istri. Ia pun mengalami luka tertusuk besi, saat menolong istrinya.

“Waktu itu saya sendiri. Semua terseret air, saya takut sekali rasanya. Lemari pakaian pun hanyut. Di situ ada buku-buku sekolah dan ijazah anak saya, nggak tahu kemana,” tutut Iis, sambil melakukan kegiatan bersih-bersih rumahnya.

Saat ini banjir mulai surut, warga pun terlihat mulai membersihkan sisa-sisa lumpur akibat banjir. Meski begitu, masih ada sebagian pemukiman warga yang masih tergenang.

Begitu juga jalan raya Kanci-Lemahabang terlihat masih tergenang, namun saat ini sudah bisa dilalui kendaraan. (Riky Sonia)

Komentar

News Feed