oleh

Diskominfo Majalengka Sosialisasikan Program Unggulan

Citrust.id – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Majalengka mengadakan sosialisasi SP4N Lapor, layanan Kedaruratan 112, dan berita hoaksndi aula Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, Selasa (21/1).

Dalam paparannya, Kepala Bidang Komunikasi Diskominfo Kabupaten Majalengka, Mohamad Yudi Prasetiadi, dalam Majalengka Raharja Quick Respone terdapat layanan kedaruratan Majalengka Raharja 112.

“Majalengka Raharja 112 melayani hal-hal yang bersifat kedaruratan, seperti kebakaran, kerusuhan, bencana alam, layanan kesehatan serta hal-hal yang bersifat emergensi lain. Masyarakat bisa mengakses 112 tanpa biaya alias gratis,” ujarnya.

Kepala Seksi Pelayanan dan Pengaduan Informasi Publik melalui staf pelaksana, Masduki Sulaeman, mengatakanbSistem Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) dirancan untuk melayani dan menangani aspirasi dan pengaduan masyarakat, termasuk pelayanan publik yang diselenggarakan Pemkab Majalengka.

“Masyarakat bisa mengadukan segala permasalahan terkait pelayanan publik. Dengan adanya pengaduan yang masuk melalui aplikasi tersebut, Diskominfo akan meneruskannya ke dinas/instansi terkait. Untuk menggunakan layanan ini, masyarakat dapat mengakses laporannya melalui website www.lapor.go.id atau dengan cara SMS ke 1708 dengan format #MAJALENGKA (spasi) Laporan/Aduan,” terangnya.

Kepala Seksi Kemitraan Media dan Komunikasi Publik, Febry Badrul Munir, menjelaskan, hoaks berarti berita bohong yang sengaja dibuat dengan tujuan jahat. Hoaks sangat mudah menyebar. Masyarakat hendaknya tidak mempercayai berita yang tidak jelas sumber dan ke absahannya.

FebriĀ  menjelaskan, suatu berita harus diverifikasi terlebih dahulu. Beberapa cara memverifiksiĀ  berita, yakni hati-hati dengan judul yang provokatif dan sensasional.

“Periksa alamat situs. Apabila belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi, maka berita tersebut bisa dibilang meragukan, periksa fakta, periksa keaslian foto dan lain sebagainya,” katanya. (Abduh)

BACA JUGA:   Pedagang Daging Menjerit, Minta Hajatan Boleh Digelar Lagi

Komentar

News Feed