oleh

Bupati Kuningan Nyatakan Desa Cikaso Sudah Steril dari Covid-19

Citrust.id – Bupati Kuningan, Acep Purnama, didampingi muspika, kepala desa, dan tokoh masyarakat berkunjung ke Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya, Minggu (31/5).

Bupati memonitoring kemajuan penanganan pencegahan wabah Corona di desa tersebut. Sebelumnya, Desa Cikaso ditetapkan sebagai zona merah dan diterapkan karantika lokal pada 14-19 Mei 2020.

Dalam kunjungannya, Acep Purnama menegaskan, Desa Cikaso sudah sehat dan steril. Tidak boleh ada lagi pihak yang mendiskriminasi warga setempat.

“Perusahaan-perusahaan yang sebelumnya memperkerjakan warga Cikaso, bisa kembali menerima mereka,” tegasnya.

Acep juga mengimbau warga di luar Desa Cikaso agar membuka kembali pergaulan yang selama ini terdapat saling curiga akibat pandemi Covid-19.

“Buat warga di luar Desa Cikaso, tolong diterima, bahwa warga Cikaso sehat dan sudah kembali normal,” ujarnya.

Pernyataan Acep terkait kondisi terkini Desa Cikaso tersebut disambut teriakan takbir puluhan warga

Terpisah, salah seorang warga Desa Cikaso, Maman Sutarman, mengapresiasi kunjungan Bupati bersama rombongan.

“Pernyataan Bupati tersebut yang kami harapkan selama ini. Setelah PSBB berjalan, Desa Cikaso sudah sehat,” kata pria yang juga menjabat Ketua RT 15 itu.

Maman mengungkapkan, seluruh akses jalan di Desa Cikaso sudah dibuka kembali. Warga pun sudah beraktivitas seperti biasanya.

“Meski ada kelonggaran dalam beraktivitas, kami tetap melakukan protokol kesehatan,” tuturnya.

Bupati, kata Maman, berjanji akan memberikan surat pada para pengusaha, agar warga Desa Cikaso yang semula diberhentikan karena kondisi pandemi bisa diterima kembali.

“Lockdown di Desa Cikaso sudah selesai, dan dibuka seperti biasa. Adapun warga yang masih dirawat di RS tetap dipantau. Setelah dinyatakan sembuh pun akan isolasi mandiri,” paparnya.

Ia berharap, dengan dinyatakannya Desa Cikaso kembali bersih, sehat dan normal, warga Kuningan bisa menerima kembali warga Cikaso dalam pergaulan sehari-hari. (Andin)

BACA JUGA:   Petani Desa Kertawirama Keluhkan Benih Padi yang Kedaluwarsa

Komentar

News Feed