oleh

BNN Gencar Sosialisasi Bahaya Narkoba

CIREBON (CT) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon, konsisten melakukan pencegahan terhadap ancaman bahaya narkoba. Hal itu dilakukan melalui aksi sosialisasi bahaya narkoba diberbagai lingkungan masyarakat. Pasalnya, bahaya narkoba memiliki dampak sangat besar yang merusak terhadap kemajuan kehidupan seseorang.

“Apalagi dalam beberapa waktu terakhir, jenis obat – obatan dan narkotika itu sudah masuk dalam dunia pendidikan. Keberadaan itu tentunya menjadi kewajiban kami untuk melakukan pencegahan, yang harus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat,” kata Kepala BNN Kota Cirebon Yayat melalui Kasi Pencegahan, Sidik Linggakusuma. Kamis, (20/11).

Meskipun belum genap dua tahun, keberadaan BNN komitmen terhadap pemutasan matarantai jaringan dan pengguna narkoba. Terlebih wilayah Kota identik dengan gaya hidup yang sesuai peradaban kemajuan jaman. Sehingga tidak menutup kemungkinan jumlah penikmat jenis narkoba juga mengalami peningkatan.

“Secara kalkulasi data, kita memang belum memiliki sepenuhnya. Sebab, BNN baru di bentuk tahun lalu. Jadi, untuk saat ini, kami gencar melakukan sosialisasi bahaya narkoba,” jelas Sidik yang didampingi Kasi Pemberantasan Narkoba, Kompol Ignatius Dwi Santoso.

Sidik mengatakan, mekanisme yang dilakukan oleh BNN, melalui  sosialisasi ke sekolah – sekolah dan melakukan advokasi ke setiap instansi pemerintahan. Di samping itu, BNN tidak melakukan dalam bentuk sosialisasi semata. Namun, lebih terhadap kerja nyata yaitu melalui agenda tes urine dan membuka ruang konseling bagi korban narkoba.

“Belum lama ini, kita melakukan tes urine terhadap anggota Polres Kota. Kemudian, untuk kalangan pelajar kita selalu memberikan keterangan dan membekali buku saku (materi seputar bahaya narkoba),” ungkapnya.

Mengenai sasaran untuk jumlah sekolah, sebelumnya di targetan sebanyak 32 lembaga pendidikan, baik tingka SMP maupun SMA. Melihat perkembangannya, sasaran sosialisasi justru mengalami overload. “Sampai saat ini, jumlah sekolah yang sudah kita kunjungi dan diberikan pemahaman bahaya narkoba, itu sebanyak 50 dari targetan 32 sekolah. Dan kondisi itu, Alhamdulillah menjadi motivasi kami dalam melakukan pemberantasan,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Cegah Penyebaran Covid-19, Relawan Neneng Semprotkan Disinfektan di Sukapura

Menyinggung soal pengguna narkoba yang menjadi binaan, Sidik mengatakan, sebetulnya BBN belum memiliki binaan terhadap korban narkoba. Namun, hal itu tidak membuat BNN untuk tertutup dalam melayani dan pencegahan terhadap bahaya narkoba. Karena, melihat cara prakteknya, bahaya narkoba yang berdampak dalam pengurasakan organ tubuh.

“Dapat mengancama bahaya kematian. Sebab jenis narkoba yang biasa, hisap, telan, dan di suntik. Itu akan membuat penyakit kanker dan menimbulkan silosis,” jelasnya.

Sementara itu, aktivis pendidikan non formal, Rusdi mengatakan, adanya BNN di Kota Cirebon jelas menambah keberkahan terhadap lingkungan masyarakat. Sebab, wilayah Kota ini tidak lepas dari pengaruh gaya hidup yang di luar batas. “Kami tentunya mendukung terhadap upaya yang dilakukan oleh BNN. Sebab, selama ini kalangan pelajar seperti kurang mendapat perhatian dan pembinaan langsung,” ujarnya. (CT-111)

Komentar

News Feed