oleh

Bisnis Kreatif Peci Rajut Tembus hingga Pasar Mancanegara

CIREBON (CT) – Dalam perkembangannya, tren benang wol tidak hanya dijadikan sebagai bahan dasar untuk membuat baju saja. Namun, ada banyak jenis produk bagus dan menarik lain yang sebenarnya dapat diciptakan dari benang wol. Salah satunya peci rajut, yang dibuat oleh lelaki kreatif bernama Uqi. Atas keuletan dan kreatifitas, karyanya tersebut sudah dibanjiri peminat, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.

“Alhamdulillah karya saya sudah dipercaya dan dipesan dari berbagai daerah seperti, Cirebon, Pekalongan, Kediri, Tegal, Jakarta, bahkan sampai luar negeri. Saya kirim ke Korea, Yaman dan Mekah,” tuturnya.

Usahanya bisa berjalan sampai sekarang karena termotivasi oleh seorang ibu perajut peci yang tinggal di Gresik Jawa Tengah. Saat itu ia sedang menimba ilmu di pesantren Lirboyo, dan ia ikut belajar di sana.

“Ibu tersebut berbicara kepada saya, sebenarnya filosofi dari merajut ini adalah ilmu hati, yakni sabar dalam hal pengerjaan, tabah ketika kita salah pola harus diulang kembali, dan terakhir pasrah terhadap hasil yang akan kita dapat. Jadi selain saya berbisnis, dengan merajut ini saya bisa menata hati saya, bahkan sebelumnya banyak orang yang ragu, tapi dari situ saya termotivasi,” tuturnya.

Dikatakan Uqi, peci rajut yang ia buat memiliki motif yang berbeda. Pasalnya peci rajut buatannya merupakan hasil modifikasi perpaduan motif Yaman dan sarung tenun, dengan corak khas indonesia. Dan yang menjadi keunikannya, setiap motif peci rajut yang ia buat semuanya dengan desain yang berbeda-beda. Karena menurutnya setiap peci yang ia buat memiliki kesan tersendir.

Dirinya mengaku, sudah ratusan peci rajut yang sudah dibuat. Selain itu juga, dirinya sudah tujuh taun menekuni bisnis tersebut.

Setiap peci yang ia buat hanya dibanderol Rp 70-75 ribu, sesuai tingkat kesulitan dan motifnya.
Dalam satu bulan ia bisa membuat paling banyak 30 peci, karena ia sangat mengutamakan kerapian dan ketelitian dari rajutan yang ia buat.

Peci rajut yang ia buat, iya promosikan lewat media sosial dengan dibantu oleh beberapa temannya di pondok pesantren. Harapannya bisnis yang ia tekuni sekarang bisa terus berkembang, dan bisa memberi lapangan kerja untuk orang lain. (Putri Murni)

Komentar

News Feed