oleh

Banjir Terjadi Akibat Daerah Resapan Air Berkurang

Citrust.id – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Bob Arthur Lombogia, menjelaskan, penanganan banjir harus dilakukan mulai dari daerah hulu.

Banjir terjadi akibat air mengalir langsung dari daerah hulu tanpa ada akar akar tanaman yang menahannya. Hal itu dikarenakan daerah resapan di daerah hulu sudah berkurang.

“Banjir juga membawa sedimen, baik berupa lumpur maupun pasir, sehingga memperparah tingkat sedimentasi di sungai,” ungkapnya.

Bob mengakui tingkat sedimentasi sungai Cimanuk maupun Cisanggarung saat ini cukup tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat sedimentasi Sungai Cimanuk mencapai 2 juta m3/tahun. Angka tersebut dinilai cukup tinggi.

Oleh karena itu, imbuh Bob, selain penanaman pohon, untuk rencana jangka panjang akan dibangun 26 check dum atau penampung sedimen di daerah hulu, yaitu di Garut. Check dum tersebut berfungsi untuk menampung sedimen agar tidak masuk ke sungai dan akan dikeruk dengan teratur.

“Jika suplai sedimen sudah berkurang, akan terjadi gerusan secara alamiah sehingga sungai akan semakin dalam,” terangnya. /haris

BACA JUGA:   Milna Peduli Kebutuhan Gizi Balita Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed