oleh

Balai Pertanian BP3K Playangan Antisipasi Serangan Hama Wereng

Citrust.di – Bagi kehidupan petani, datangnya musim penghujan membawa secercah harapan. Karena lahan persawahan mereka relatif cukup ketersediaan airnya. Malahan bisa dua kali masa panen, dengan hasil panen melimpah. Malangnya harapan besar itu tak semulus yang diharapkan mereka.

Ketersediaan air bagi pertumbuhan tanaman, sejak dua bulan lalu dibarengi curah hujan tinggi, mengakibatkan banjir di wilayah sentra tanaman padi di kabupaten Cirebon.

Tak hanya itu, awal musim penghujan juga ditandai migrasi wereng coklat dari daerah lain, mulai masuk menyerang spot-spot tanaman padi di beberapa sentra pertanian.

Demikian ungkap Kepala Balai Pertanian BP3K Playangan, Sunardi, saat memberi penyuluhan kepada para petani, Rabu (14/2).

Adapun ciri tanaman yang terserang wereng coklat, biasanya baik batang maupun daun padi akan menjadi kering dan berwarna coklat, karena sifat organisme pengganggu tanaman (OPT) wereng coklat ini menghisap cairan tanaman pada batang dan daun.

Sabar (73) petani asal Sumber Lor Kecamatan Babakan, mengaku sawah miliknya mulai terserang hama. Ditandai batang dan daun padi yang perlahan mengering hingga berwarna coklat.

Petugas balai pertanian menghadapi kondisi tersebut, harus sigap mengambil langkah antisipatif. Jangan menunggu serangan wereng coklat mewabah, baru bertindak.

“Penyuluh pertanian harus sigap melakukan monitoring terhadap spot-spot endemi wereng coklat di beberapa titik,” tandas Sunardi memerintahkan anak buahnya.

Penanganan wereng coklat harus dilakukan sejak dini, lanjut Sunardi, karena populasi wereng coklat sangat cepat apabila tidak diantisipasi. /rohmat em humair

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed