oleh

“Art Deco” Gedung Cipta Niaga Jalan Yos Sudarso

Oleh Nurdin M. Noer*

Gedung ini merupakan warisan Pemerintah Kolonial Belanda. Salah satu ciri  dari bangunan tersebut yakni minimnya tiang-tiang penyangga. Arsitekturnya dipengaruhi art deco yang pertama kali muncul di Prancis pada awal 1880-an. Bangunan pusaka ini berada di Jalan Kebumen Nomor 1 Cirebon diapit Gereja Pasundan di sebelah timur dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 14 di sebelah baratnya.

Awalnya art deco, merupakan gaya populer yang berkembang dalam 1920-an hingga 1930-an. Digunakan terutama dalam perancangan bangunan, mebeler, barang barang perhiasan, dan bagian dalam/pedalaman dekor. Seni deco ditandai dengan wujud-wujud yang halus dan rapi, yang diefektifkan; pola-pola geometris; dan melakukan percobaan dengan bahan-bahan yang industri seperti batang-batang rel, plastik, dan gelas/kaca.

Istilah art deco adalah suatu pemendekan ikon desain di Paris yang mendesain pameran pada sekira 1925-an. Pengunjukan Internasional Exposition Modern Industrial and Decorative Arts, yang membuat gaya tersebut selaras dan jelas (Encarta Reference Library 2006). Art deco dengan cepat mendapat pengaruh di Amerika Serikat yang pada masa itu tengah berada pada puncak prestasi arsitektur, terutama di Kota New York, seperti pembangunan pencakar langit 1920-an yang terlambat dibangun beberapa tahun dari rencana sebelumnya.

Di Cirebon, art deco rupanya telah melampaui lintas spektrum yang ada. Pengaruh arsitektur dari China dan neo klasik Jawa memberikan warna paduan yang menawan. Paling tidak ada tiga periodesasi perkembangan arsitektur di Cirebon. Pertama, pada masa Islam (keraton, kuta kosod, Gua Sunyaragi dan bangunan lainnya yang se zaman), kedua, masa kolonialisme yang di dalamnya dikembangkan pengaruh art deco dari Eropa dan ketiga, masa modern yang dimulai pada pascakemerdekaan.

BACA JUGA:   Keren, e-Warong Mapan Bersama Terbaik di Jabar

Menurut data Disporabud Kota Cirebon (2004), Gedung Cipta Niaga dibangun pada 1911 oleh Internationale Crediet en Handelsvereening Rotterdam, sebuah perushaaan besar milik Belanda yang bergerak di bidang perdagangan ekspor-impor. Perusahaan ini beroperasi di Cirebon setelah sektor perdagangan dan industri berkembang dengan pesat, yang telah dicapai pada awal abad ke-20.
Komoditas yang diperdagangkan pada saat itu tak melulu barang-barang konsumtif, tetapi juga barang-barang untuk keperluan produkditf seperti produk pupuk, tembakau, susu dan kedelai. Pada masa itu, gedung ini merupakan kantor Adentschap S.M.”Nederland” dan “Agentschap Rotterdam Lloyd”.

*Penulis adalah pemerhati budaya lokal

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed