oleh

Apa Sih Istimewanya Tahun Kabisat?

Ilustrasi

CIREBON (CT) – Kita sering mendengar tahun kabisat. Tahun yang mana terjadi 4 tahun sekali setiap tanggal 29 Februari. Kali ini tahun kabisat terjadi di tahun 2016. Karena biasanya, Februari habis sampai dengan tanggal ke-28. Tahun kabisat adalah upaya manusia menyelaraskan waktu dengan perputaran Bumi. Tapi kenapa tahun Kabisat membutuhkan hari tambahan setiap empat tahun? Dan kenapa justru bulan Februari yang mendapat kehormatan tersebut?

Menurut sejarah penanggalan, sistem penanggalan Syamsiah mengandalkan orbit Bumi terhadap Matahari sebagai acuan waktu. Namun karena Bumi membutuhkan 365 hari 5 jam 48 menit 45 detik untuk memutari bintang induknya, maka setiap empat tahun penanggalan Syamsiah akan kekuarang satu hari penuh. Sebab itulah dibuat tahun Kabisat untuk menyesuaikan dengan perputaran Bumi.

Hari tambahan pada kalender tahunan pertama kali diperkenalkan oleh kebudayaan Mesir kuno. Pada tahun 238 sebelum Masehi, Ptolemaios II memerintahkan penambahan hari setiap empat tahun sekali untuk menghindari pergeseran musim. Namun petani Mesir menolak perubahan tersebut karena mereka telah terbiasa mengacu pada musim tani sebagai sistem penanggalan. Tanggal 29 Februari resminya lahir pada era Julius Caesar. Sang kaisar memerintahkan astronomnya, Sosigenes untuk meracik sistem yang lebih akurat untuk abad pertama. Ia kemudian menyusun penanggalan baru yang berjumlah 365 hari dengan tambahan satu hari setiap empat tahun.

Kendati tidak berhubungan langsung dengan tahun Kabisat, detik Kabisat diperlukan untuk menyelaraskan rotasi Bumi dengan jam dan penanggalan manusia. Pasalnya perputaran Bumi setiap hari melambat sebanyak 2 milidetik. Sebab itu detik Kabisat ditambahkan pada hari terakhir Juni tahun lalu. Sejak tahun 1972 rotasi Bumi melambat sebanyak 26 detik. Kalender Gregorius yang dipakai sekarang merupakan modifikasi dari sistem yang disusun pada era kekaisaran Romawi, Augustus. Saat ia berkuasa, sang kaisar menambahkan dua hari pada bulannya, yakni Agustus, sehingga menjadi 31 hari. Hal serupa dilakukan Julius Caesar pada bulan Juli. Akibatnya cuma tersisa 28 hari untuk bulan Februari. Jadi, bagi bayi yang lahir pada tanggal 29 Februari, ia akan merayakan ulang tahunnya empat tahun sekali. (Net/CT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed