Dea Apresiasi Kemudahan Layanan JKN Saat Dampingi Anak Berobat

Dea Apresiasi Kemudahan Layanan JKN Saat Dampingi Anak Berobat
Dea apresiasi kemudahan layanan JKN saat dampingi anak berobat. (ist)

Citrust.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan kemudahan bagi Dea dalam mendampingi anaknya menjalani pengobatan infeksi paru kronis selama hampir enam bulan. Selain memperoleh layanan kesehatan sesuai kebutuhan medis, ia juga merasakan manfaat fitur Antrean Online melalui Aplikasi Mobile JKN yang mempermudah proses pendaftaran di fasilitas kesehatan.

Gangguan kesehatan yang dialami anak Dea bermula dari batuk berkepanjangan selama dua minggu. Kondisinya semakin mengkhawatirkan karena disertai demam berulang hingga tiga kali dalam sebulan. Sementara itu, berat badan sang anak tidak menunjukkan peningkatan.

Melihat gejala tersebut, Dea membawa anaknya ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat mereka terdaftar. Setelah menjalani pemeriksaan awal, dokter memberikan rujukan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Anak saya waktu itu batuk tuh enggak sembuh-sembuh sampai dua minggu. Terus demam dalam sebulan itu bisa sampai tiga kali, berat badan nggak naik-naik. Akhirnya dirujuk ke rumah sakit,” ungkap Dea, Selasa (11/8/2026).

Pemeriksaan lanjutan di rumah sakit menunjukkan anaknya mengalami infeksi paru kronis. Kondisi tersebut mengharuskannya menjalani pengobatan secara rutin selama enam bulan.

Saat ditemui, pengobatan anak Dea telah memasuki bulan terakhir. Selama menjalani proses tersebut, Dea secara konsisten mendampingi sang anak dan memastikan seluruh tahapan pengobatan mengikuti anjuran tenaga kesehatan.

Di tengah panjangnya proses pemulihan, kepesertaan Program JKN menjadi salah satu hal yang memberikan ketenangan bagi Dea. Ia menilai mekanisme pelayanan yang dimulai dari FKTP sebelum dilanjutkan dengan rujukan ke rumah sakit membuat proses pengobatan lebih terarah.

Dea juga mengaku tidak mengalami kesulitan berarti ketika mengikuti prosedur pelayanan JKN. Menurutnya, pemeriksaan awal oleh dokter menjadi dasar untuk menentukan apakah pasien membutuhkan penanganan di rumah sakit.

BACA JUGA:  Gerakan untuk Menjaga Aliran Darah Tetap Lancar saat Mengemudi

“Sejauh ini alurnya enggak sulit. Di awal dicek dulu sama dokter. Kalau memang penyakitnya perlu ditangani di rumah sakit, ya dirujuk,” ujarnya.

Kesan baik juga dirasakan Dea dari pelayanan tenaga kesehatan selama anaknya menjalani pengobatan. Ia menilai dokter dan petugas kesehatan memberikan respons yang baik, termasuk dalam menyampaikan perkembangan kondisi pasien.

“Selama pengobatan, pelayanannya bagus, dokternya juga baik. Setiap diperiksa, kondisi kesehatan anak saya selalu dijelaskan,” ucap Dea.

Kemudahan lainnya ia rasakan melalui pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN. Fitur Antrean Online menjadi layanan yang cukup sering digunakan karena memungkinkan peserta mengambil nomor antrean sebelum tiba di fasilitas kesehatan.

Dengan fitur tersebut, Dea tidak perlu datang lebih awal hanya untuk mendaftar dan mendapatkan nomor antrean. Proses pengambilan antrean dapat dilakukan dari rumah, sedangkan ketika tiba di fasilitas kesehatan, ia tinggal melakukan verifikasi.

“Ambil Antrean pakai aplikasi lebih enak, ngurusnya lebih mudah. Kita sudah bisa booking antreannya dulu dari rumah, terus di sini tinggal verifikasi saja. Jadi enggak buru-buru harus daftar ke sini,” tuturnya.

Setelah mendampingi anak menjalani pengobatan hampir enam bulan, Dea berharap BPJS Kesehatan bersama seluruh fasilitas kesehatan terus menjaga kualitas pelayanan Program JKN. Ia juga menginginkan adanya peningkatan layanan agar masyarakat semakin mudah memperoleh akses kesehatan sesuai ketentuan.

Pengalaman tersebut membuat Dea merasa lebih tenang ketika anaknya membutuhkan pelayanan medis. Ia berharap kemudahan prosedur dan kualitas pelayanan yang telah dirasakannya dapat terus dipertahankan sehingga manfaat JKN semakin dirasakan masyarakat.

“Kalau untuk pelayanan JKN sejauh ini sudah bagus ya, selama ini yang saya alami juga alhamdulillah tidak sulit prosesnya, selama kita mengikuti alur yang ada. Saya berharap ke depannya pelayanan terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan bisa tetap mendapatkan pelayanan yang mudah dan baik,” pungkas Dea.

BACA JUGA:  Senang Berenang di Kolam Pemandian Umum? Waspada Rentan Penularan Penyakit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *