Walikota Cirebon: Hentikan Operasional Transportasi Online!

Exif_JPEG_420

Cirebontrust.com – Menyikapi polemik antara angkutan konvesional dan online di Kota Cirebon saat ini, Pemerintah Kota Cirebon bersama pimpinan dan anggota DPRD Kota Cirebon memiliki sikap dan pandangan yang sama, yakni menolak beroperasionalnya transportasi online di Kota Cirebon.

Keputusan tersebut merupakan salah satu kesimpulan audensi antara Walikota Cirebon, pimpinan dan anggota DPRD Kota Cirebon dengan para awak angkutan konvensional di gedung dewan, Selasa (15/08).

Pada kesempatan tersebut, Walikota Cirebon Nasrudin Azis, menegaskan, operasional transportasi online harus dihentikan karena Pemkot Cirebon tidak pernah mengeluarkan izin apapun untuk mereka.

“Pemberhentian akan dilakukan dengan prosedur yang berlaku dan tidak melanggar hukum,” katanya.

Untuk itu, kata Azis, dirinya mengintruksikan kepada Dinas Perhubungan Kota Cirebon untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi lain terkait teknis pemberhentian operasional bagi transportasi online di Kota Cirebon.

Walikota menambahkan, pemberhentian operasional itu berlaku hingga transportasi online mengantongi perizinan yang ada.

“Walaupun nanti transportasi online sudah berizin, harus ada pembatasan jumlah armada bagi kendaraan roda empat dan pembatasan wilayah operasi bagi kendaraan roda dua,” pungkasnya. (Haris)

BACA JUGA:  Negara Belgia Tertarik Berinvestasi di Bidang Maritim di Kota Cirebon

Respon (58)

  1. emng kalian tinggal dmn brani ngejamin pa wali kota tidak akan d pilih lg.
    org kalian aja bukan warga cirebon brani ngomong kya gtu

    jgn takut pa wali kami warga cirebon asli pasti milih bapak yg mikirin rakyat nya.

  2. internet bukan menambah kalian tambah pinter tetapi malah merusak pikiran dan nurani hati kalian smua
    kalian tidak pernah brfikir poitif.yg ada hanya untuk kepentingan dan kesenengan kalian sendiri
    hati sama pikiran kalian sudah tertutup jika kalian setuju sama angkutan online

  3. Gak setuju!!
    Dari ciperna kerumah temen saya didaerah banjarwangunan, naik konvensional bisa 17 ribu, itu belum ngetem yg lama, kalo online cuman 12 rb, kalo ada promo bisa 7 ribu dan cepet pelayanannya

    Ini mah ada udang dibalik bakwan

  4. Hadeuh…yg bikin riweh tuh angkot kali pa…..ada kejadian kriminal didalem angkotnya sendiri supir cuek aja……maen oper tapi dimintain ongkosnya..pindah angkot malah diminta lagi……kenapa harus pusing dengan adanya ojol..tinggal ikutan aja jadi ojol….adanya ojol juga buka lapangan kerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *