oleh

Kesepakatan Transportasi Online dan Konvensional Alami Perubahan

Cirebontrust.com – Kesepakatan Satgas Gabungan (Satgab) Online dan Konvensional (OKE), terkait lokasi titik penjemputan penumpang oleh transportasi online di Kota Cirebon mengalami perubahan.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid AB saat gelar press realese di Mapolres Cirebon Kota beberapa titik lokasi penjemputan penumpang, seperti di sekolah dan mall yang sebelumnya telah disepakati 100 meter dari sekolah.

Belakangan, Satgab OKE telah menyepakati perubahan titik lokasi penjemputan yakni khusus penumpang pelajar transportasi online boleh menjemput di halaman belakang sekolah.

Kemudian, lanjutnya, awalnya untuk di lokasi mall transportasi online tidak boleh menaikkan penumpang di depan lobby, tapi kini sudah disepakati lagi transportasi online boleh masuk ke dalam mall dan penjemputannya di basement.

“Tentunya ini ada kemajuan, artinya tidak berdasarkan jarak lagi. Sesuatu yang menurut saya perkembangan yang sangat positif. Teman-teman konvensional tidak kaku dan saling menghargai,” ujarnya, Senin (16/10).

Ia menambahkan, dengan adanya pelarangan transportasi online di Provinsi Jawa Barat tidak membawa dampak yang cukup besar dan meresahkan teman-teman transportasi online dan konvensional di Kota Cirebon.

“Saya sangat bangga kepada warga Kota Cirebon berkat kearifan lokal warganya, keikhlasannya walaupun ada pelarangan beroperasi transportasi online oleh Dishub Provinsi Jawa Barat, di Kota Cirebon tidak ada gejolak yang signifikan,” terang Adi Vivid.

Sementara itu untuk menghindari adanya hasutan-hasutan yang datang dari luar kepada transportasi konvensional, dalam waktu dekat pihaknya akan bersilahturahmi dengan transportasi online dan konvensional pada acara “Ngopi Bareng Polisi” yang di gelar hari Rabu (18/10) mendatang.

Hal itu bertujuan agar keputusan dari Dishub Provinsi Jawa Barat tidak menimbulkan pengaruh atau gejolak yang negatif di Kota Cirebon.

“Kita bisa lihat di kota-kota lain sudah mulai bergejolak seperti di bandung,” paparnya.

“Mudah-mudahan kesepakatan damai ini bisa tetap berjalan seiringan beroperasinya transportasi online dan konvensional,” harapnya. (Johan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed