Citrust.id – Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional melalui program pertukaran pelajar atau student exchange. Dua mahasiswi asal Radboud University, yakni Bin Yan Liem dan Susanna Bijsterboch, resmi dilepas setelah menyelesaikan program magang klinis di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati.
Selama 2,5 bulan, kedua mahasiswa tersebut mengikuti pembelajaran dan praktik klinis terkait penyakit tropikal yang banyak ditemukan di Indonesia, khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Pengalaman itu menjadi bagian dari kerja sama internasional yang terus diperkuat UGJ untuk memperluas jejaring pendidikan kedokteran di level global.
Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR., mengatakan, program tersebut menjadi salah satu langkah strategis kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kolaborasi internasional.
“Hari ini adalah pelepasan dua mahasiswa dari Radboud University, Belanda yang telah mengikuti pembelajaran di bidang kedokteran, khususnya penyakit tropikal. Mereka menjalani magang sejak Maret hingga sekarang atau sekitar dua bulan setengah,” ujar Achmad Faqih, didampingi Wakil Rektor IV UGJ Bidang Humas, Kerja Sama, Promosi, dan Urusan Internasional, Dr. Hj. Cita Dwi Rosita, M.Pd., Selasa (19/5/2026).
Menurut Faqih, program ini merupakan batch ke-7 kerja sama antara FK UGJ dan Radboud University yang telah berjalan sejak 2024. Ia menyebut kolaborasi tersebut menjadi prestasi sekaligus kebanggaan bagi kampus.
“Ini merupakan keberkahan bagi UGJ, terutama Fakultas Kedokteran, yang dalam lima tahun terakhir terus menunjukkan perkembangan dan peningkatan kinerja melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dunia,” katanya.
Selain dengan Radboud University, UGJ juga menjalin kerja sama internasional dengan sejumlah kampus luar negeri, seperti University of Poitiers, Mahidol University, serta beberapa perguruan tinggi di China.
UGJ juga tengah menyiapkan program pengiriman mahasiswa FK UGJ ke Belanda sebagai bentuk timbal balik dari program pertukaran pelajar tersebut. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang mahasiswa mendapatkan pengalaman akademik dan praktik kesehatan di tingkat internasional.
Dekan FK UGJ, dr. H. Catur Setiya Sulistiyana, M.Med.Ed., mengungkapkan, saat ini total sudah 34 mahasiswa asal Belanda mengikuti program student exchange di FK UGJ.
“Ini batch ke-7 FK UGJ menerima mahasiswa dari Radboud University. Rata-rata setiap batch terdiri dari dua mahasiswa, kecuali satu batch yang hanya satu mahasiswa,” ungkapnya.
Pihaknya kini sedang mempersiapkan pengiriman mahasiswa FK UGJ ke Radboud University sebagai bagian dari penguatan kerja sama internasional.
“Artinya, tidak hanya mahasiswa Belanda yang datang ke Indonesia, tetapi mahasiswa FK UGJ juga nantinya akan belajar di Radboud University, Belanda,” jelasnya.
Selain ke Belanda, FK UGJ juga aktif mengirimkan mahasiswa ke Perancis dan Thailand. Khusus program ke Perancis, kata Catur, pihaknya memperoleh dukungan pendanaan dari Erasmus Plus sehingga dosen, mahasiswa, hingga staf dapat mengikuti program secara gratis.
Sementara itu, salah satu peserta student exchange asal Belanda, Bin Yan Liem, mengaku senang bisa belajar di Cirebon dan mendapatkan pengalaman baru selama menjalani magang klinis di FK UGJ.
“Kami belajar banyak di sini dan sangat suka dengan orang-orang di sini,” ujarnya.
Menurut Bin Yan, pengalaman mempelajari penyakit tropikal menjadi hal yang sangat berharga karena jenis penyakit tersebut tidak ditemukan di negaranya.
“Di sini ada banyak penyakit tropikal yang tidak ada di Belanda. Ini pertama kalinya kami melihat penyakit seperti itu,” katanya.
Meski demikian, ia mengaku sempat menghadapi tantangan selama menjalani pembelajaran, terutama dalam berkomunikasi dengan pasien di Indonesia. (Haris)













