oleh

Wali Kota Cirebon Minta Warga Pahami Pentingnya PPKM Darurat

Citrust.id – Pemerintah Daerah Kota Cirebon mencegah semakin banyak warga yang mengantre di rumah sakit akibat Covid-19. Selain keterisian rumah sakit yang sudah penuh, banyak tenaga kesehatan dan dokter yang juga terpapar Covid-19.

Oleh karena itu, pemerintah berharap, masyarakat punya persepsi yang sama, bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk menekan penyebaran Covid-19.

Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, mengatakan, saat ini, semakin banyak warga Kota Cirebon yang terpapar Covid-19. Mereka harus rela antre untuk bisa mendapatkan perawatan dari nakes dan dokter di rumah sakit.

Di tengah banyaknya warga yang antre tersebut, makin banyak pula nakes dan dokter yang terpapar Covid-19. Pemda Kota Cirebon memiliki kewajiban moral untuk mencegah agar tidak semakin banyak masyarakat yang terpapar Covid-19.

“Untuk itulah PPKM Darurat ini dijalankan. PPKM Darurat ibarat pil pahit yang harus ditelan hingga 20 Juli. Setelah itu kesehatan akan didapatkan. Jika tidak berubah, maka tidak menutup kemungkinan pil pahit akan kembali ditelan atau PPKM Darurat diperpanjang,” ujar Azis, Selasa (6/7).

Azis meminta masyarakat untuk bisa merenungkan kondisi yang terjadi saat ini. Jika kesadaran itu sama-sama dimiliki, Azis yakin, tidak akan terjadi lagi adu mulut antara petugas dan warga di lapangan.

“Petugas berupaya memberikan sosialisasi. Harapannya, masyarakat menyambut baik sosialisasi itu. Kami mohon pengertian masyarakat untuk bisa mematuhi aturan PPKM Darurat, sehingga pandemi Covid-19 bisa segera berakhir,” tandasnya. (Haris)

Komentar

News Feed