oleh

Unma Gelar Seminar Majalengka Smart City

Citrust.id – Universitas Majalengka (Unma) gelar Seminar Teknologi Majalengka (Stima) 6.0 dengan tema ” Bangkit Bersama Membangun Majalengka Smart City” di auditorium setempat, Kamis (18/8/2022).

“Pemateri selain Kadis Kominfo juga ada 11 dosen dari Unigal Ciamis,” kata Ketua Panitia, Ade Bastian.

Ade mengatakan setelah pandemi covid-19, Kabupaten Majalengka terpilih dalam program smart city, sehingga tema seminar yang Unma gelar pun tentang smart city.

Dekan Fakultas Teknik Unma Doni Susandi mengatakan, smart city perlu multidisiplin. Ke depan, pengabdian yang pihaknya lakukan berbasis multidisiplin.

“Dengan 200 mahasiswa yang kami miliki sudah mencapai target, dalam 100 Fakultas Teknik hari ini ada beberapa yang kami capai. Acara ini sebagai rasa syukur kami,” ungkap Doni.

Rektor Unma, Indra Adi Budiman, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Majalengka untuk membangun Majalengka menjadi kabupaten smart city.

“Terima kasih kepada semua pihak. Semoga pelaksanaan seminar berjalan lancar dan bisa bermanfaat untuk kita semua,” tukasnya.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman mengatakan, smart city tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga terkait berkolaborasi enam elemen smart city. Semua elemen kehidupan berkolaborasi lebih baik dengan menggunakan teknologi.

Gatot mengatakan, kota cerdas atau kota pintar adalah kawasan perkotaan berteknologi modern. Menggunakan berbagai jenis teknologi elektronik, aktivasi suara, dan sensor untuk mengumpulkan data tertentu. Informasi dari data tersebut untuk mengelola aset, sumber daya, dan layanan secara efisien.

“Sebagai imbalannya, data tersebut untuk meningkatkan operasi di seluruh kota. Data ini termasuk data yang dikumpulkan dari warga, perangkat, bangunan, dan aset untuk memantau dan mengelola sistem lalu lintas dan transportasi. Selanjutnya pembangkit listrik, utilitas, jaringan pasokan air, limbah, deteksi kejahatan, sistem informasi, sekolah, perpustakaan, rumah sakit, dan layanan masyarakat lainnya,” imbuhnya.

Sebuah kota terdefinisikan sebagai kota cerdas. Dalam cara pemerintah mereka memanfaatkan teknologi maupun dalam cara mereka memantau, menganalisis, merencanakan, dan mengatur kota.

“Konsep kota pintar mengintegrasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau Information and Communication Technology (ICT).  Di samping itu, berbagai perangkat fisik yang terhubung ke jaringan Internet untuk Segala (IoT) untuk mengoptimalkan efisiensi operasi dan layanan kota dan terhubung ke warga,” ucapnya.

Langkah pertama melakukan literasi baik secara digital maupun luring menggandeng komunitas Relawan TIK ke sekolah-sekolah dan masyarakat.

“Setelah literasi, bagaimana ke depan kita harus cakap digital dan pilar-pilar smart city kita kolaborasikan. Antara lain ekonomi dalam memanfaatkan digitalisasi, seperti UMKM masuk ke marketplace dan lainnya,” jelas Gatot.

Ranah pihaknya, ungkap Gatot, yaitu menciptakan smart government. Teknologi smart city memungkinkan pejabat untuk berinteraksi langsung dengan komunitas dan infrastruktur serta memantau apa yang terjadi di kota dan bagaimana kota atau kabupaten berkembang.

“TIK di smart city digunakan untuk meningkatkan kualitas, kinerja, dan interaktivitas layanan masyarakat,” tandasnya. (Abduh)

Komentar